Pemprov Jateng Jadikan Solo Raya Percontohan Aglomerasi Kawasan

- Reporter

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan arah baru pembangunan ekonomi kawasan dengan menjadikan Solo Raya sebagai proyek percontohan aglomerasi regional. Melalui Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil), Pemprov Jateng menyatukan potensi lintas kabupaten/kota agar pertumbuhan ekonomi tidak lagi berjalan parsial dan terfragmentasi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, pengembangan Solo Raya harus dikelola sebagai satu kekuatan ekonomi kawasan, bukan kumpulan daerah yang bergerak sendiri-sendiri.

“Aglomerasi Solo Raya tidak boleh berhenti di wacana. Harus ada satu pusat kendali agar investasi, perdagangan, dan potensi ekonomi wilayah bisa disatukan,” tegas Ahmad Luthfi dalam Outlook Ekonomi Solo Raya 2026 di The Sunan Hotel, Surakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurut Gubernur, peran provinsi bukan mengambil alih kewenangan kabupaten/kota, melainkan bertindak sebagai integrator kebijakan agar pembangunan kawasan berjalan searah dan saling menguatkan.

“Gubernur tidak punya yurisdiksi wilayah, tetapi punya kewajiban menyatukan arah pembangunan agar kabupaten dan kota bergerak sebagai satu kekuatan ekonomi,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jateng menempatkan Bakorwil sebagai pusat konsolidasi pengembangan ekonomi Solo Raya. Bakorwil akan menjadi ruang koordinasi lintas daerah, lintas sektor, dan lintas pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan akademisi.

“Bakorwil kita manfaatkan sebagai pusat aglomerasi Solo Raya. Tidak perlu merepotkan bupati dan wali kota, cukup disatukan di satu tempat untuk menyamakan persepsi,” kata Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Sekda: Bank Jateng Buktikan Kinerja Unggul di Tengah Persaingan BPD

Ia mendorong seluruh asosiasi usaha, seperti Kadin, PHRI, APINDO, HIPMI, hingga komunitas UMKM dan akademisi, menjadikan Bakorwil sebagai simpul koordinasi ekonomi kawasan.

“Silakan Kadin, asosiasi usaha, dan perguruan tinggi berkantor di Bakorwil. Di situlah kita menyatukan investasi, perdagangan, dan potensi wilayah,” lanjutnya.

Gubernur menegaskan, kekuatan Solo Raya tidak hanya bertumpu pada sektor industri, tetapi juga pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Kolaborasi antara UMKM dan sektor perhotelan, restoran, serta kafe dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

“Solo Raya adalah magnet pariwisata. Jika UMKM, hotel, restoran, dan kafe saling terhubung, wisatawan tidak hanya datang singkat, tetapi tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah,” ujarnya.

Selain itu, Solo Raya juga memiliki keunggulan sumber daya manusia melalui puluhan perguruan tinggi yang dapat dilibatkan dalam pengembangan kawasan berbasis riset dan inovasi.

“Akademisi kita gandeng, potensi wilayah kita satukan. Inilah fondasi ekonomi baru Solo Raya,” kata Ahmad Luthfi.

Pemprov Jateng menargetkan Solo Raya menjadi pilot project aglomerasi ekonomi yang selanjutnya direplikasi ke kawasan lain, seperti Pekalongan Raya, Kedu Raya, dan Banyumas Raya.

“Kita mulai dari Solo Raya sebagai contoh. Kita tidak mungkin maju sendiri-sendiri. Mungkin tidak sama cepat, tapi yang penting maju bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Surakarta, Ferry Septha Indrianto, menilai, hingga kini kekuatan ekonomi Solo Raya belum terkonsolidasi secara kolektif, meskipun memiliki potensi besar.

Baca Juga :  Sekda Sumarno Ajak Semua Pihak Bangkitkan Koperasi Lewat Semangat Kolaborasi

“Solo Raya punya sumber daya, budaya, dan aktivitas usaha yang kuat. Namun karena belum terkonsolidasi, potensi itu masih berhenti sebagai aktivitas lokal, belum menjadi daya ungkit kawasan,” ujarnya.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen sulit ditingkatkan tanpa perubahan pendekatan pembangunan.

“Tambahan tiga persen untuk mencapai delapan persen tidak akan tercapai jika kita masih menggunakan pola lama, berjalan sendiri-sendiri tanpa konsolidasi kawasan,” kata Ferry.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan, karakter investasi di Solo Raya terbagi jelas antara Kota Surakarta dan wilayah kabupaten penyangga.

“Kota Solo didominasi investasi sektor hotel, restoran, dan kafe karena kuat di pariwisata dan ekonomi kreatif. Sementara Karanganyar, Sragen, dan Boyolali lebih diminati investor asing karena kawasan industrinya,” jelasnya.

Berdasarkan data DPMPTSP, realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp 88,50 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp 50,86 triliun dan PMDN Rp 37,64 triliun, dengan total 105.078 proyek dan penyerapan tenaga kerja 418.138 orang.

Outlook Ekonomi Solo Raya 2026 menjadi forum awal penyamaan visi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan, sekaligus menandai arah baru pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Tengah.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru