Tak Lagi Hanya Alas Kaki, Investasi Padat Modal Serbu Jawa Tengah

- Reporter

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kinerja penanaman modal Jawa Tengah pada 2025 tercatat impresif. Realisasi investasi mencapai Rp88,50 triliun, melesat 112,98 persen dari target Rp78,33 triliun. Menariknya, sektor industri padat modal (capital intensive) mulai mengejar capaian investasi sektor alas kaki, yang selama ini dikenal padat karya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari. Menurutnya, Jawa Tengah selama ini identik dengan ekosistem investasi industri alas kaki. Namun belakangan, sektor-sektor dengan nilai investasi besar mulai melirik provinsi ini.

“Ada realisasi investasi yang memang signifikan di sektor padat modal. Mulai dari fiber optik, alat kesehatan, hingga industri karet dan plastik serta baterai,” ujarnya, pada rilis di kantor DPMPTSP Jateng, Kamis (22/1/2026).

Sebagai contoh, Sakina menyebutkan pembangunan pabrik anoda baterai di KEK Kendal, dengan nilai investasi Rp1,5 triliun. Selain itu, terdapat penanaman modal dari industri ban di Jatengland Demak senilai Rp1,08 triliun.

Baca Juga :  Jateng Siapkan Perlindungan Petani, dari Asuransi Puso hingga Bantuan Benih

Menanggapi tren tersebut, Pemprov Jawa Tengah di bawah komando Gubernur Ahmad Luthfi, membuka peluang luas bagi para investor. Pemerintah memastikan pelayanan optimal, baik bagi investasi padat modal yang mendongkrak nilai investasi, maupun padat karya yang menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran.

“Kami menginginkan keduanya berjalan seiring. Sejumlah kawasan industri memang sudah dilirik sektor padat modal, namun sektor padat karya tetap kami harapkan, karena ekosistem industri alas kaki kuat di Jawa Tengah,” paparnya.

Terkait capaian penanaman modal 2025, Sakina memaparkan realisasi investasi, terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun, dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun.

Baca Juga :  Jateng Mantapkan KITB sebagai Magnet Investasi Berbasis Energi Terbarukan

Dari realisasi tersebut tercatat 105.078 proyek, dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai 418.138 orang. Lima besar sektor realisasi investasi meliputi industri barang dari kulit dan alas kaki (Rp11,37 triliun), industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam (Rp9,70 triliun), industri karet dan plastik (Rp8,96 triliun), industri tekstil (Rp7,97 triliun), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (Rp7,47 triliun).

Adapun lokasi favorit penanaman modal meliputi Kabupaten Kendal (Rp15,86 triliun), Kota Semarang (Rp11,15 triliun), Kabupaten Demak (Rp9,06 triliun), Kabupaten Batang (Rp6,73 triliun), dan Kabupaten Semarang (Rp4,38 triliun).

Sementara itu, investor asal Hong Kong masih menempati posisi teratas penanam modal, diikuti Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Samoa Barat.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru