97,25 Persen Desa di Jateng Punya BUMDes, Wagub Dorong Kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih

- Reporter

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOYOLALI – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

“Dengan adanya Koperasi Merah Putih, kepala-kepala desa fokusnya ke koperasi. Sehingga dengan adanya lomba BUMDes ini juga saya berharap bisa menumbuhkan BUMDes berkolaborasi, bersinergi dengan Koperasi Merah Putih,” ujar Wagub dalam sambutannya, di rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026, Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, Rabu 14 Januari 2026.

Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gus Yasin panggilan akrabnya menilai, sinergi antara BUMDes dan KDKMP dapat mempercepat penguatan ekonomi desa sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, BUMDes di Jawa Tengah perlu terus didorong agar semakin berkembang. Dari 7.810 desa di Jawa Tengah, tercatat sebanyak 7.595 desa (97,25%) telah membentuk BUMDes, sementara 215 desa belum membentuk BUMDes.

Wagub juga menyampaikan sebanyak 6.695 BUMDes (85,72%) telah melakukan input pemeringkatan, dengan komposisi:
• Perintis: 2.878 BUMDes (46,69%)
• Pemula: 1.922 BUMDes (31,18%)
• Berkembang: 1.269 BUMDes (20,59%)
• Maju: 95 BUMDes (1,54%)

Baca Juga :  Taj Yasin: Gerakan Pangan Murah Efektif Jaga Pasokan dan Harga Pangan

Sementara itu, BUMDes yang belum melakukan input pemeringkatan tercatat sebanyak 1.115 BUMDes (14,27%). Adapun jumlah BUMDes yang sudah berbadan hukum per akhir September 2024 sebanyak 2.985 BUMDes (38,22%).

“Sehingga memang perlu kita dorong,” kata Wagub.

Gus Yasin berharap, momentum Hari Desa Nasional dapat memperkuat komitmen pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal, termasuk melalui penguatan kelembagaan ekonomi desa.

“Semoga Jawa Tengah dan Indonesia, lewat desa semakin makmur,” tandasnya.

Selain itu, Yasin menilai penyelenggaraan Hari Desa Nasional di Boyolali turut memberi dampak pada aktivitas ekonomi wilayah sekitar. Ia menyebut tingginya pergerakan masyarakat selama kegiatan berlangsung ikut mengungkit sektor jasa dan usaha masyarakat.

“Luar biasa ini Hari Desa Nasional acaranya. Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan mengungkit daerah Kabupaten Boyolali dan sekitarnya,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan penguatan ekonomi desa perlu dilakukan dengan langkah konkret, salah satunya melalui dukungan terhadap pelaku usaha di level desa agar naik kelas.

Baca Juga :  Upah Minimum Provinsi hingga Sektoral Jateng 2026 Ditetapkan Bersamaan pada 24 Desember

“Ini adalah cara konkret untuk membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, sekaligus pemberantasan kemiskinan,” kata Menteri.

Yandri juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan Jawa Tengah, khususnya Boyolali, sebagai tuan rumah peringatan Hari Desa Nasional 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi desa serta menguatkan peran desa sebagai penggerak ekonomi.

“Dengan pameran produk unggulan desa ini, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, tapi desa menjadi pemain utama ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Dirjen Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes, Tabrani, menambahkan pameran produk unggulan desa yang digelar menjadi bagian dari rangkaian utama peringatan Hari Desa Nasional 2026. Total lebih dari 90 UMKM ikut serta termasuk dari BUMDes terbaik.

“Pameran produk unggulan ini merupakan salah satu rangkaian utama peringatan Hari Desa di tahun 2026, yang kami jadikan wadah promosi, apresiasi, dan penguatan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan,” ujarnya.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru