470 Jiwa Terdampak Tanah Gerak di Tegal, Pemprov Jateng Kucurkan Bantuan Pascabencana

- Reporter

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani bencana tanah gerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi siang ini, Rabu, 4 Februari 2026, langsung meluncur ke lokasi dan mengucurkan bantuan Rp 210 juta untuk percepatan penanganan pascabencana yang merusak ratusan rumah warga dan infrastruktur desa.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, bantuan tersebut telah disalurkan ke lokasi terdampak melalui koordinasi antara Pemprov Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Tegal. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Sekitar Rp 210 juta sudah kita geser ke lokasi tanah gerak. Bupati sudah melapor kepada saya bahwa bantuan sudah datang,” ujar Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Taj Yasin Ajak Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta Perkuat Ekosistem Medical Tourism

Ditegaskan, pemantauan dan evaluasi kondisi di lapangan terus dilakukan. Pemerintah provinsi bersama pemerintah daerah akan menentukan langkah lanjutan, termasuk opsi relokasi atau perbaikan permukiman warga.

“Kita lakukan pengecekan di lapangan. Tinggal nanti apakah akan dilakukan relokasi atau perbaikan, itu akan kita rapatkan. Prinsipnya, bantuan sudah sampai di sana,” ungkap Gubernur.

Bencana tanah gerak di Desa Padasari terjadi sejak Minggu, 1 Februari 2026, dan mencapai puncaknya pada Senin, 2 Februari 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga dan fasilitas umum.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Gandeng NTU Singapura, ASN Berpeluang Kuliah S2 dan Kursus Internasional

Data sementara mencatat sebanyak 104 rumah warga terdampak, dengan sekitar 80 rumah mengalami kerusakan berat hingga roboh. Bencana ini berdampak pada 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa. Sebanyak 17 jiwa dari lima keluarga terpaksa mengungsi dan menempati SDN Padasari 01.

Selain permukiman, sejumlah infrastruktur desa turut terdampak, antara lain jalan desa dan kabupaten, jembatan, bendung irigasi, serta fasilitas pendidikan, keagamaan, dan kesehatan, termasuk Pondok Pesantren Al-Adalah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.*

Berita Terkait

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terbaru