18 Finalis Penghargaan Industri Hijau Jateng Jalani Penilaian Tahap Kedua

- Reporter

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Penilaian Tahap II “Penghargaan Industri Hijau Jawa Tengah 2026”, Rabu – Kamis, 24 – 25 Juni 2026, di Lantai 10 Gedung Merah Putih Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah, kawasan industri, dan pelaku industri yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan prinsip industri hijau.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, seusai membuka acara mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmen dalam mendukung penerapan industri hijau.

“Industri hijau ini bukan sesuatu pilihan tapi mau enggak mau harus ke industri hijau. Karena tuntutan dunia juga sudah mengarah ke industri hijau,” tegasnya.

Dijelaskan, banyak negara yang sudah tidak mau menerima barang jika diolah menggunakan energi yang tidak hijau. Sehingga, perlu dilakukan kolaborasi, dalam rangka mentransformasi industri di Jawa Tengah menjadi industri hijau yang ramah lingkungan.

Pada penilaian yang dilakukan Pemprov, poin tertinggi yang dinilai adalah emisi udara. Penggunaan energi hijau dalam industri, dan mengedepankan energi terbarukan, menjadi poin penting pada penilaian tersebut.

Baca Juga :  Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun di Awal 2026

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan, sebanyak 70 peserta mengikuti proses seleksi administrasi. Terdiri atas 16 pemerintah daerah, 5 kawasan industri, 19 industri besar dan menengah serta 30 industri kecil.

Berdasarkan hasil seleksi administrasi, terdapat sebanyak 47 peserta yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti penilaian tahap pertama. Yakni 12 pemerintah daerah, 3 kawasan industri, 18 industri besar dan menengah serta 14 industri kecil. Selanjutnya dari penilaian tahap pertama dan yang nanti berhak untuk mengikuti penilaian tahap kedua adalah sebanyak 18 peserta.

Yaitu, lima peserta dari pemerintah daerah. Diantaranya Kabupaten Grobogan, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Demak, Kota Surakarta dan Kabupaten Magelang.

Sedangkan katagori kawasan industri sebanyak tiga peserta, yaitu kawasan industri Wijaya Kusuma, Kawasan Industri Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang.

Adapun katagori industri besar dan menengah sebanyak lima peserta. Meliputi PT. Sango Keramik Indonesia, PT. Selalu Cinta Indonesia PT Semen Grobogan, PT Semen Gresik dan PT Papro TBK.

Baca Juga :  TP2DD Jateng Raih Penghargaan Nasional, Digitalisasi Keuangan Kian Kuat

Katagori industri kecil sebanyak lima peserta yaitu PT Ozi Batik, Kota Pekalongan, CV Gemilang Kencana, Kabupaten Wonosobo, PT Pradi Praja Agra Indolan adalah Kabupaten Purworejo, Krafti Safi, Kabupaten Kota Surakarta, dan CV Batik Gemilang Lawang, Kabupaten Semarang.

“Penilaian Tahap 2 akan menetapkan 3 besar sebagai nominasi juara pertama. Adapun juara pertama nanti untuk setiap katagori kami akan mohon perkenan Bapak Sekda untuk dapat memberikan penilaian akhir hal ini sebagai upaya untuk menjaga objektivitas agar tetap terjaga,” kata Emmy, sapaan akrabnya, saat memberikan sambutan.

Usai acara, Emmy menegaskan, Penghargaan Industri Hijau Jawa Tengah 2026, merupakan sarana untuk mendorong lahirnya lebih banyak lagi pelopor transformasi industri hijau di Jawa Tengah.

“Tujuannya bukan menjadi juara tetapi kesadaran. Kesadaran dan melahirkan pelopor-pelopor yang sadar akan transformasi ke industri hijau,” pungkasnya.***

Berita Terkait

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun
Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis
Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus
Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni
Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal
Jateng Mulai Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Investasi Rp1,2 Triliun
Tak Hanya Bangun Pabrik, Investor Singapura Siapkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi di Jateng
Sekda Sumarno Ajak Semua Pihak Bangkitkan Koperasi Lewat Semangat Kolaborasi

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:42 WIB

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:32 WIB

Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:36 WIB

Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal

Berita Terbaru