Tangani Banjir Demak, Wagub Jateng Ajak Semua Pihak Bergerak Bersama

- Reporter

Selasa, 7 April 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani dampak banjir di Kabupaten Demak. Tidak hanya pada fase darurat, tetapi juga pemulihan dan pencegahan jangka panjang.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meninjau lokasi terparah banjir di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Selasa (7/4/2026).

Di titik tersebut, tercatat 11 rumah hanyut, 7 rumah rusak berat, dan 9 rumah rusak ringan akibat terjangan banjir. Wagub menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk mempercepat perbaikan rumah warga sekaligus menuntaskan persoalan banjir yang kerap berulang.

“Sudah kita asesmen. Tinggal kita petakan lagi secara detail, kita hitung kebutuhannya apa saja. Penanganannya tidak bisa sendiri, harus bersama-sama antara kabupaten, provinsi, dan juga pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar persoalan banjir, khususnya di wilayah rawan, tidak terus berulang setiap tahun. Selain penanganan tanggul dan aliran sungai, percepatan pemulihan rumah warga juga menjadi prioritas.

Untuk itu, Pemprov Jateng menggandeng berbagai pihak. Sumber pendanaan berasal dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Baznas, hingga PMI. Sementara tenaga perbaikan akan melibatkan relawan dari organisasi kemasyarakatan.

Baca Juga :  Gus Yasin Dorong Perlindungan Tanah Wakaf Lewat Sertifikasi di Jawa Tengah

“Tadi kami sudah komunikasi dengan Ansor. Insyaallah Banser dari Jawa Tengah dan kabupaten akan membantu tenaga untuk perbaikan rumah warga,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, bantuan juga mulai disalurkan, antara lain program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 7 unit, 127 paket sembako dari Baznas Jateng, serta bantuan senilai Rp10.065.500 dari PMI Jateng.

Di sisi lain, warga terdampak mulai merasakan kehadiran bantuan pemerintah. Ma’arif (39), salah satu korban banjir, mengaku kondisi saat ini berangsur membaik dibanding saat kejadian.

“Alhamdulillah bantuan sudah mulai terasa. Dari nasi bungkus, listrik sudah nyala, air bersih juga ada, sampai pembersihan lumpur,” ujarnya.

Namun demikian, ia menyebut kerusakan yang dialami warga cukup parah. Rumah miliknya rusak sekitar 40 persen, sementara rumah orang tuanya hanyut tanpa sisa. Sebagian besar barang juga hilang terbawa arus.

“Kalau rumah kayu seperti kami, satu unit bisa sekitar Rp80 juta. Itu belum isinya,” tambahnya.

Selain perbaikan rumah, warga juga masih membutuhkan bantuan untuk pencarian puing-puing bangunan yang tertimbun lumpur.

Baca Juga :  Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Integrasi STEM dan Nilai Pesantren

“Yang belum itu pencarian puing-puing rumah yang hanyut. Itu yang belum karena butuh tenaga ekstra,” katanya.

Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo pada Jumat (3/4/2026).

Tanggul dilaporkan jebol di tiga titik, menyebabkan air meluap dan merendam permukiman di sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Guntur, Wonosalam, Karangtengah, dan Kebonagung.

Sebanyak 5.148 jiwa terdampak, dengan 2.867 jiwa di antaranya sempat mengungsi. Hingga kini, jumlah pengungsi tersisa 12 jiwa di Madin Sindon.

Meski sebagian wilayah sudah surut, satu titik tanggul yang belum sepenuhnya tertutup sempat kembali melimpas dan menggenangi Dukuh Solondoko. Perbaikan darurat pun langsung dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan air.

Taj Yasin menegaskan, pemerintah tidak ingin kejadian serupa terus berulang. Karena itu, selain percepatan rehabilitasi rumah warga, pembenahan sistem pengendalian banjir akan menjadi fokus utama ke depan.

“Yang paling utama adalah memastikan banjir ini tidak terjadi lagi. Itu yang sedang kita siapkan penanganannya secara menyeluruh,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Berita Terbaru