Sujiwo Tejo Tampil di Demak, Rojo Tikus Angkat Sindiran untuk Para Penguasa

- Reporter

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Halaman Stadion Sultan Fatah Demak berubah menjadi panggung kritik sosial yang mengguncang pada Sabtu malam (9/5/2026). Lewat pertunjukan “Rojo Tikus”, Teater Lingkar bersama budayawan nasional Sujiwo Tejo menghadirkan pakeliran multidimensi yang menyindir kerakusan dan korupsi para penguasa melalui perpaduan teater, pedalangan, tari, musik, hingga visual artistik yang megah dan satir.

Ratusan penonton memadati arena pertunjukan sejak sore. Mereka larut dalam atmosfer dramatik yang dibangun melalui tata cahaya bernuansa gelap, komposisi musik perpaduan gamelan pentatonis dengan instrumen diatonis Barat, serta dialog-dialog tajam penuh humor gelap dan refleksi sosial.

Didukung Kementerian Kebudayaan RI, LPDP, dan sejumlah komunitas seni budaya nasional, pertunjukan tersebut menjadi warna baru Teater Lingkar dalam mengembangkan seni tradisi tanpa meninggalkan akar budaya.

Gelaran ini sekaligus apresiasi seni dan budaya di era Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Baca Juga :  Jateng Perkuat Sistem Perlindungan Santri hingga Pendampingan Mental

Lakon “Rojo Tikus” mengisahkan penguasa Negeri Sahara bernama Wirog Bawono, sosok “raja tikus” berdasi yang hidup dalam pusaran korupsi bersama kelompok “Partai Tikus”. Negeri dengan jargon “berbuncit, berdecit, berduit” digambarkan kacau akibat ulah para pejabat rakus yang menggerogoti rakyat.

Di tengah kemewahan dan kekuasaan, Wirog mulai diguncang keinginan untuk bertobat. Namun niat itu ditentang orang-orang terdekatnya, termasuk sang istri Queen Milly Cherry dan leluhur tikus bernama Kakek Jinada yang terus menghasutnya agar tetap mempertahankan kerakusan demi menjaga martabat para “tikus pengerat rakyat”.

Sindiran sosial yang dibalut dialog filosofis menjadi kekuatan utama pertunjukan malam itu. Penampilan Sujiwo Tejo pun sukses membangun kedekatan emosional dengan penonton melalui gaya tutur khas yang satir namun reflektif.

“Saya sangat mengapresiasi antusias para penonton malam ini. Ini menunjukkan ruang budaya dan seni pertunjukan masih dicintai masyarakat,” ujar Sujiwo Tejo.

Sutradalang Teater Lingkar, Sindhunata Gesit Widiharto, menjelaskan Pakeliran Multidimensi merupakan kolaborasi antara dunia pedalangan, teater, tari, film, dan musik sebagai bentuk pembaruan seni tradisi.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Pantau Ketat Program MBG di Kudus Usai Dugaan Keracunan

Dalam pertunjukan itu, Sindhunata tidak hanya menyutradarai, tetapi juga tampil sebagai dalang yang terlibat langsung berdialog dengan para aktor di atas panggung.

Menurutnya, pementasan tersebut menjadi upaya meneruskan jejak almarhum MasTon Lingkar dengan semangat “Teteg, Tekun, Teken, Tekan” dalam merawat kebudayaan.

“Kami ingin membuktikan Teater Lingkar tetap hidup dan urup dengan karya-karya yang fresh dan penuh kebaruan. Konsep ini kami harapkan menjadi ruang positif bagi anak muda untuk mencintai seni tradisi tanpa kehilangan sentuhan modern,” katanya.

Sepanjang pertunjukan, tepuk tangan, gelak tawa, hingga momen hening penuh makna silih berganti mengiringi jalannya cerita. Melalui “Rojo Tikus”, Teater Lingkar menegaskan seni tradisi masih memiliki daya hidup kuat sebagai medium hiburan sekaligus kritik sosial di tengah perkembangan zaman.***

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru