Setahun Luthfi–Yasin Memimpin, Pengangguran Turun dan Ekonomi Jateng Makin Kuat

- Reporter

Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Tepat satu tahun memimpin Jawa Tengah, pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Ahmad Luthfi dan Taj Yasin menegaskan model collaborative government sebagai fondasi pembangunan. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,37 persen, angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen, dan tingkat pengangguran terbuka berada di kisaran 4,66 persen.

Komitmen kolaborasi itu ditegaskan dalam ajang Anugerah Collaborative Award 2026 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat, 20 Februari 2026. Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada enam kabupaten/kota dan enam perguruan tinggi terbaik yang dinilai aktif bersinergi mendorong pembangunan daerah.

Kategori kabupaten/kota terbaik diraih Kabupaten Banyumas, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pemalang, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang. Sementara kategori perguruan tinggi terbaik diberikan kepadaUniversitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Muria Kudus, UIN Walisongo, Universitas Wahid Hasyim, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Baca Juga :  Perayaan Waisak di Vihara Mahavira Graha Semarang Gaungkan Kebijaksanaan dan Cinta Kasih

“Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super tim dalam rangka memberikan pembangunan di wilayah kita. Provinsi dengan 35 kabupaten/kota merupakan collaborative government yang harus kita ciptakan,” kata Ahmad Luthfi.

Sepanjang 2025, tercatat 44 perguruan tinggi telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Jateng dalam berbagai bidang, mulai dari riset, inovasi kebijakan, hingga pemberdayaan masyarakat. Pada 2026, sebanyak 73 perguruan tinggi kembali menandatangani nota kesepahaman (MoU), dan sekitar 123 perguruan tinggi lainnya disiapkan menyusul.

Gubernur meminta para rektor dan civitas akademika tak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi memastikan hasil riset dan gagasan akademik benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Di sektor pangan, Jawa Tengah mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Sepanjang 2025, produktivitas padi mencapai sekitar 9,5 juta ton. Pemerintah daerah diminta menjaga revitalisasi lahan pertanian guna memperkuat swasembada pangan.

Baca Juga :  Smart Microgrid Tenaga Surya 5 MW Siap Dukung Pasokan Listrik dan Air Bersih Karimunjawa

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal sepanjang 2025 mencapai Rp 88,5 triliun. Investasi tersebut turut mendorong penciptaan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran.

Ke depan, Pemprov Jateng akan memperkuat investasi padat karya untuk mereduksi tingkat pengangguran terbuka, tanpa menutup peluang investasi padat modal. Pemerintah kabupaten/kota juga didorong memberi insentif, termasuk relaksasi pajak bagi investor yang mengedepankan ekonomi hijau.

“Kepala daerah harus berperan sebagai manajer marketing. Kita beri kemudahan bagi investor, terutama yang mendukung ekonomi hijau dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi.

Dengan pendekatan kolaboratif lintas daerah dan perguruan tinggi, Pemprov Jateng optimistis kinerja ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.*

Berita Terkait

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terbaru