Pesan Tegas Sekda: Petugas Haji Harus Amanah Layani Jemaah

- Reporter

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOYOLALI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengingatkan Petugas Haji 2026 untuk tetap mengutamakan pelayanan kepada jemaah. Petugas haji jangan mengesampingkan amanah tersebut demi kepentingan ibadah pribadi.

Hal tersebut ditegaskannya saat membuka Pembekalan/Bimbingan Teknis Pendamping Haji Daerah (PHD) Provinsi Jawa Tengah 2026,di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin, 30 Maret 2026.

Sumarno mengungkapkan, berdasarkan evaluasi dari penyelenggaraan haji sebelumnya, masih terdapat keluhan jemaah mengenai petugas yang kurang amanah.

Beberapa petugas dinilai terlalu fokus menjalankan ibadah haji untuk dirinya sendiri. Sehingga tugas utama melayani jemaah justru terabaikan.

“Keluhan jemaah sebelum-sebelumnya itu petugas haji kurang amanah. Jadi mereka (Jemaah) banyak terabaikan. Momentum ini kami berpesan lebih awal, ikrarnya adalah menjadi petugas haji,” tegas Sumarno.

Ia menambahkan, kesempatan beribadah haji bagi para petugas seharusnya dipandang sebagai bonus atau nilai tambah, bukan tujuan utama keberangkatan. Sumarno mewanti-wanti agar prioritas ini tidak tertukar.

“Kalau dibalik (mengutamakan ibadah pribadi), amanahnya tidak jalan. Insyaallah tidak akan dapat pahala apa-apa, padahal sudah capek secara fisik. Saya berpesan, pegang teguh dua hal, Ikhlas dan Amanah,” imbuhnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, menekankan pentingnya integrasi antarpetugas.

Baca Juga :  Adu Ide Pembangunan, Pemprov Jateng Buka Lomba Artikel untuk Mahasiswa

Menurutnya, keberadaan PHD merupakan representasi kehadiran negara untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi 34.122 jemaah haji reguler asal Jawa Tengah.

“Kami ingin petugas kloter dan petugas daerah sudah terintegrasi bahkan sebelum jemaah masuk asrama. Kolaborasi ini sangat penting agar perlindungan jemaah bisa lebih maksimal,” ujar Fitriyanto.

Sebagai informasi, dari 180 PHD yang mengikuti pembekalan, 86 orang merupakan petugas layanan kesehatan dan 94 orang petugas layanan umum.

Mereka akan mulai mengawal keberangkatan Kloter 1 yang dijadwalkan memasuki Asrama Haji Donohudan pada 21 April 2026.

Sementara itu, Petugas Haji Daerah asal Kabupaten Demak, Wahid Su’udi, menegaskan dirinya bersama tim telah melakukan persiapan menyeluruh, baik secara teknis maupun mental, untuk menjalankan tugas pelayanan.

“Kami sudah mempersiapkan diri jauh hari, baik lahir maupun batin. Tugas ini kami niatkan untuk berkhidmah melayani tamu-tamu Allah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai potensi persoalan yang kerap muncul dalam penyelenggaraan haji telah dimitigasi sejak awal. Hal itu dilakukan agar tidak ada jemaah yang terabaikan selama proses ibadah berlangsung.

Baca Juga :  Banjir Solo Raya, Gubernur Luthfi Turun Lapangan Pastikan Penanganan Maksimal

“Kami tidak ingin ada jemaah yang terbengkalai. Ini soal tanggung jawab. Karena itu, kami sudah memetakan potensi kendala dan menyiapkan langkah antisipasi,” ujarnya.

Menurut Wahid, tantangan pelayanan haji tahun ini semakin kompleks. Terutama dengan fokus pada jemaah perempuan, lansia, dan kelompok berisiko tinggi. Ia menyebut, kelompok tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.

“Mayoritas jemaah kami lansia dan berisiko tinggi. Untuk itu, kami siapkan pelayanan khusus, termasuk penguatan koordinasi dengan tim kesehatan agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” katanya.

Wahid yang bertugas di Kloter 35 Kabupaten Demak dengan sekitar 360 jemaah menambahkan, kolaborasi antarpetugas menjadi kunci dalam memberikan pelayanan maksimal.

“Kami bekerja dalam satu tim, baik PHD maupun tenaga kesehatan. Semua harus saling mendukung agar pelayanan kepada jemaah bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Terkait situasi perang di Timur Tengah, Wahid menyatakan para petugas tetap fokus pada persiapan dan menunggu arahan resmi pemerintah. Ia memastikan komitmen petugas tidak akan berubah.

“Apapun keputusan pemerintah, kami siap menjalankan tugas. Persiapan kami sudah hampir 100 persen, tinggal menunggu pelaksanaan,” tandasnya.***

Berita Terkait

Hadiri Rakornas Kadin, Menko Polkam Ajak Dunia Usaha Perkuat Sinergi Ekonomi, Politik dan Keamanan
Hansip Reborn! 243 Ribu Satlinmas Jateng Siaga Bencana dan Lawan Hoaks
Ahmad Luthfi Ungkap Fokus Perubahan APBD 2026: Genjot Pembangunan dan Kesejahteraan Warga
Pasca Pembukaan MTQ, Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang Gerak Cepat Bersihkan Sampah
Pemprov Jateng Perkuat PAUD Lewat Modul PAUD EMAS dan Pendampingan Psikolog
Nawal Yasin Dorong Duta Genre Jadi Penggerak Pencegahan Stunting dan Pernikahan Anak
Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS
Suami Tersangka Penipu Pensiunan Menghilang? Kerajaan Bisnis Nurma Disita Untuk Ganti Rugi Korban

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:11 WIB

Hadiri Rakornas Kadin, Menko Polkam Ajak Dunia Usaha Perkuat Sinergi Ekonomi, Politik dan Keamanan

Rabu, 30 September 2026 - 16:14 WIB

Hansip Reborn! 243 Ribu Satlinmas Jateng Siaga Bencana dan Lawan Hoaks

Selasa, 29 September 2026 - 18:52 WIB

Ahmad Luthfi Ungkap Fokus Perubahan APBD 2026: Genjot Pembangunan dan Kesejahteraan Warga

Senin, 14 September 2026 - 06:26 WIB

Pasca Pembukaan MTQ, Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang Gerak Cepat Bersihkan Sampah

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Pemprov Jateng Perkuat PAUD Lewat Modul PAUD EMAS dan Pendampingan Psikolog

Berita Terbaru