Ahmad Luthfi Ungkap Fokus Perubahan APBD 2026: Genjot Pembangunan dan Kesejahteraan Warga

- Reporter

Selasa, 29 September 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, Rancangan peraturan daerah (Raperda) Perubahan APBD Jawa Jawa Tengah 2026 dirancang untuk menyikapi dinamika daerah, nasional, dan global, agar anggaran dapat disalurkan secara efektif dan efisien dalam mendongkrak pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan di sela rapat paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian Semarang pada Selasa, 29 September 2026.

Luthfi menjelaskan, Raperda tersebut merupakan tindak lanjut atas Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026, yang telah dibahas bersama Badan Anggaran DPRD, serta telah disepakati pada tanggal 28 September 2026.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Kawal Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Pati dan Pemulihan Korban

Rancangan Perubahan APBD ini disusun dengan mempertimbangkan perkembangan dan capaian pembangunan Jateng. Pada semester I tahun- 2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,80%, investasi Rp59,94 triliun dengan penyerapan sekitar 213 ribu tenaga kerja, kemiskinan turun menjadi 9,21%, tingkat pengangguran terbuka 4,30%, dan inflasi Agustus sebesar 3,08%.

Sejalan dengan capaian tersebut, arah pembangunan 2026 adalah meneguhkan posisi Jateng sebagai lumbung pangan nasional. Oleh karena itu, dalam perubahan APBD didorong untuk dukungan sarana produksi pertanian, peternakan dan perikanan, stabilisasi dan distribusi pangan, perlindungan dan permodalan petani, nelayan dan pelaku usaha, serta edukasi dan pengelolaan pangan.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat tetap menjadi perhatian. Antara lain melalui peningkatan dan rehabilitasi jalan, pengadaan marka, serta pemenuhan sarana dan prasarana penunjang, termasuk fasilitas di lingkungan sekolah. Infrastruktur ini penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga :  Banjir Solo Raya, Gubernur Luthfi Turun Lapangan Pastikan Penanganan Maksimal

Kemampuan pendapatan daerah juga harus terus diperkuat. Pemprov Jateng mendorong kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, salah satunya melalui relaksasi pembebasan sanksi administratif Pajak Kendaraan Bermotor dan pembebasan pajak progresif yang berlaku 21 September sampai 28 Desember 2026.

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus berupaya aktif mendatangkan investor ke wilayahnya untuk menumbuhkan perekonomian daerah.*

Berita Terkait

Hadiri Rakornas Kadin, Menko Polkam Ajak Dunia Usaha Perkuat Sinergi Ekonomi, Politik dan Keamanan
Hansip Reborn! 243 Ribu Satlinmas Jateng Siaga Bencana dan Lawan Hoaks
Pasca Pembukaan MTQ, Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang Gerak Cepat Bersihkan Sampah
Pemprov Jateng Perkuat PAUD Lewat Modul PAUD EMAS dan Pendampingan Psikolog
Nawal Yasin Dorong Duta Genre Jadi Penggerak Pencegahan Stunting dan Pernikahan Anak
Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS
Suami Tersangka Penipu Pensiunan Menghilang? Kerajaan Bisnis Nurma Disita Untuk Ganti Rugi Korban
Pemprov Jateng Kawal Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Pati dan Pemulihan Korban

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:11 WIB

Hadiri Rakornas Kadin, Menko Polkam Ajak Dunia Usaha Perkuat Sinergi Ekonomi, Politik dan Keamanan

Rabu, 30 September 2026 - 16:14 WIB

Hansip Reborn! 243 Ribu Satlinmas Jateng Siaga Bencana dan Lawan Hoaks

Selasa, 29 September 2026 - 18:52 WIB

Ahmad Luthfi Ungkap Fokus Perubahan APBD 2026: Genjot Pembangunan dan Kesejahteraan Warga

Senin, 14 September 2026 - 06:26 WIB

Pasca Pembukaan MTQ, Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang Gerak Cepat Bersihkan Sampah

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Pemprov Jateng Perkuat PAUD Lewat Modul PAUD EMAS dan Pendampingan Psikolog

Berita Terbaru