Pemprov Jateng–Lampung Perkuat Kolaborasi Ekonomi Lintas Sektor

- Reporter

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menjalin kerjasama dengan
Pemerintah Provinsi Lampung.

Kedua provinsi ini resmi menjalin kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan 11 perjanjian kerja sama dengan nilai transaksi mencapai Rp 832,3 miliar per tahun. Penandatanganan berlangsung di Mahan Agung, Bandar Lampung, Selasa malam, 6 Januari 2026, dan disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan pendidikan vokasi, pengembangan industri dan perdagangan, energi, pangan, pariwisata, hingga penguatan rantai pasok antarwilayah. Sejumlah perjanjian memiliki masa berlaku hingga lima tahun.

Pada sektor pendidikan, kerja sama dilakukan melalui penguatan pendidikan vokasi dengan penyelenggaraan program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kembar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kedua provinsi. Di bidang industri dan perdagangan, kerja sama difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah dan Lampung.

Kerja sama juga melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), antara lain nota kesepahaman pemanfaatan gas bumi dan pengembangan energi baru terbarukan antara PT Jateng Petro Energi (JPEN) dengan PT Lampung Jasa Utama (Perseroda). Selain itu, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) menjalin kerja sama perdagangan multi-komoditas dengan PT Wahana Raharja (Perseroda).

Pada sektor pangan, PT Jateng Argo Berdikari (Perseroda) bekerja sama dengan PT Wahana Raharja serta Koperasi Produsen Agro Gelem Hijau dalam penyediaan bahan pangan hasil pertanian dan perkebunan.

Kolaborasi juga melibatkan asosiasi pengusaha kedua provinsi. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah dan Hipmi Lampung sepakat meningkatkan kapasitas institusi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, maritim, kelautan, dan perikanan. Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Jawa Tengah dan Lampung bekerja sama mengembangkan sektor pariwisata.

Baca Juga :  Emak-emak Berburu Sembako Murah di Tuntang, Ahmad Luthfi Didorong Perbanyak GPM

Sementara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah dan Lampung menjalin kerja sama perdagangan berbagai komoditas strategis, seperti garam, gula, kelapa, jahe gajah, beras, singkong, tepung tapioka, udang, hingga sapi.

Kemitraan antarpelaku usaha juga terjalin, di antaranya antara PT Goldensnack Mas Sejahtera dan PT Asindo Tech terkait suplai bahan baku tepung tapioka, serta kerja sama rantai pasok industri dan perdagangan antara PT Fajar Mulia Transindo dengan PT Wahana Raharja (Perseroda), meliputi gula kristal, kopi, bawang putih, dan lainnya.

Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan, kunjungannya ke Lampung membawa mandat kepentingan lebih dari 37 juta penduduk Jawa Tengah yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Menurutnya, hubungan strategis antara Jawa Tengah dan Lampung memiliki keterkaitan kuat, baik secara struktural maupun ekonomi.

“Hari ini kita bangga diterima Gubernur Lampung dalam rangka memperkuat kerja sama antarprovinsi. Kerja sama ini melibatkan dinas terkait dan BUMD untuk menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di masing-masing daerah,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, kerja sama tersebut bukan bertujuan menunjukkan keunggulan salah satu provinsi, melainkan mendorong kemajuan dan berkembang bersama melalui konsep collaborative government. Kerja sama ini juga merupakan tindak lanjut kesepakatan pertemuan antar Gubernur di Kepulauan Riau pada Juni 2025.

“Ini kita tindak lanjuti agar perkembangan ekonomi Lampung dan Jawa Tengah bisa tumbuh dan berkembang bersama. Semoga kerja sama ini terealisasi dengan baik, selaras dengan program Presiden terkait pemerataan pembangunan nasional, di mana para gubernur dan bupati diharapkan mampu mengefektifkan pertumbuhan ekonomi baru secara kolaboratif,” kata Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  20 UMKM Jateng Siap Go Global, Pamer Produk ke Malaysia dan Thailand

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah kepala daerah dari Jawa Tengah turut hadir, antara lain Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, dan Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, yang memaparkan potensi daerah masing-masing.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai kerja sama ini mencakup pembahasan yang luas, mulai dari kerja sama antarorganisasi perangkat daerah hingga asosiasi pengusaha. Nilai transaksi Rp 832,3 miliar menjadi fondasi awal kolaborasi jangka panjang.

“Kami berharap ke depan akan ada hubungan kolaborasi yang saling menunjang dan menguatkan antara Lampung dan Jawa Tengah. Karakteristik komoditas dan kebutuhan industri kedua provinsi sangat potensial untuk saling melengkapi,” ujarnya.

Mirzani juga menyebut Jawa Tengah sebagai salah satu rujukan nasional dalam pengembangan dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, dalam berbagai kesempatan bertemu dengan perwakilan pemerintah pusat, Jawa Tengah kerap dijadikan tolok ukur dan percontohan, terutama terkait investasi dan perkembangan maupun dukungan infrastruktur kawasan industri.

“Semua menteri selalu mencontohkan Jawa Tengah seperti masuknya investasi yang besar lalu soal keamanan dan dukungan kawasan,” ujarnya.

Di luar 11 kerja sama baru tersebut, kedua provinsi sebelumnya juga telah menjalin kolaborasi pada 2025, antara lain melalui kerja sama Dinas Koperasi dan UKM melalui mitra agen dan penjualan ritel. Kemudian Dinas Sosial melalui layanan pemulangan Pemerlu Pelayanan Kesehatan Sosial (PPKS), layanan dalam panti, layanan rujukan ke fasilitas kesehatan. Adapun Dinas Ketahanan Pangan, termasuk perdagangan komoditas strategis seperti cabai rawit, bawang merah, dan DOC ayam KUB.*

 

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru