Nguri-uri Budaya Jawa di Lampung, Gubernur Jateng Akan Kirim Seperangkat Gamelan

- Reporter

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG – Untuk memperkuat ikatan budaya warga transmigran dan keturunan asal Jawa Tengah yang telah lama menetap di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang berpasangan dengan Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), berkomitmen akan mengirimkan seperangkat gamelan untuk warga.

“Gamelannya nanti dikirim langsung oleh Direktur Utama Bank Jateng ke sini. Sampun beres (sudah beres),” ujar Ahmad Luthfi saat berdialog dengan warga di Balai Desa Bagelen, Gedongtataan, Pesawaran, Lampung, Rabu, 7 Januari 2026.

Menurutnya, gamelan bukan sekadar alat musik, melainkan simbol identitas dan perekat kebudayaan Jawa yang harus terus dirawat, di mana pun masyarakat Jawa berada. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata Ahmad Luthfi, berkomitmen menjaga hubungan kultural dan emosional dengan warga keturunan Jawa Tengah di daerah transmigrasi.

Perangkat gamelan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya merawat dan melestarikan warisan budaya leluhur warga Desa Bagelen yang berasal dari Tanah Jawa, khususnya Jawa Tengah. Bantuan itu diharapkan menjadi sarana penguat identitas kultural sekaligus ruang ekspresi seni bagi generasi penerus.

Baca Juga :  Dari Borobudur untuk Sumatera, Desember Run 2025 Gaungkan Kepedulian Sosial

“Itu sumbangan untuk nguri-uri sejarah dan budaya Jawa,” ujar Ahmad Luthfi.

Sumbangan seperangkat gamelan tersebut merupakan jawaban konkret atas aspirasi yang disampaikan Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, saat berdialog dengan Gubernur Ahmad Luthfi. Merdi mengungkapkan, berangkat dari sejarah panjang hubungan Desa Bagelen dengan Jawa Tengah, masyarakat berharap adanya sebuah kenang-kenangan yang sekaligus menjadi penghubung kultural antargenerasi.

“Kami berharap ada kenang-kenangan untuk desa kami yang tidak mungkin akan terlupakan, yaitu seperangkat gamelan,” ujarnya.

Seperangkat gamelan tersebut dinilai sangat membantu dalam menghidupkan kebudayaan di Desa Bagelen. Selama ini, kata Merdi, setiap peringatan hari jadi Desa Bagelen selalu diwarnai pertunjukan wayang kulit, sebuah tradisi yang tak pernah terputus sejak desa tersebut berdiri pada 1905 hingga perayaan terakhir pada 2025.

“Itulah salah satu kebanggaan kami sebagai orang Jawa yang bisa terus menghidupkan budaya, dengan tetap menghormati kebudayaan lokal yang ada,” ungkap Merdi.

Ahmad Luthfi langsung menyetujui permintaan tersebut. Apalagi Jawa Tengah dan Lampung memiliki ikatan historis sosiokultural yang panjang. Sebagian besar penduduk di Provinsi Lampung merupakan suku Jawa. Relasi tersebut berawal ratusan tahun silam, ketika sekelompok warga asal Bagelen, Purworejo, dikirim ke Lampung melalui program kolonisasi pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Baca Juga :  Di Era Ahmad Luthfi, Seluruh Desa di Jateng Naik Kelas

Ikatan itu kemudian berlanjut dan semakin menguat melalui program transmigrasi setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk, yang membawa gelombang besar masyarakat Jawa Tengah menetap dan berkontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di Lampung hingga saat ini.

“Di Lampung ini 60% warganya berasal dari Jawa, terutama Jawa Tengah,” jelas Ahmad Luthfi.

Ia juga berpesan kepada masyarakat asal Jawa Tengah di perantauan, khususnya para transmigran, agar terus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kearifan lokal di daerah tempat mereka bermukim. Menurutnya, sebagian besar warga transmigran telah puluhan tahun tinggal di Lampung, bahkan tidak sedikit yang lahir dan tumbuh besar di tanah transmigrasi, sehingga memiliki komitmen kuat untuk menetap dan membangun daerah tersebut.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit kita junjung. Artinya, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan daerah masing-masing,” pesan Ahmad Luthfi.*

Berita Terkait

Wamenko Polkam: Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Jalan Menuju Kekayaan
Pimpin Peringatan HANI 2026, Menko Polkam Tegaskan Perang Melawan Narkotika Tanggung Jawab Bersama
Menko Polkam Tiba di Doha, Bawa Belasungkawa Presiden Prabowo untuk Keluarga Sheikh Hamad
Pemerintah Pastikan Penegakan Hukum Kasus Korupsi Profesional, Transparan, dan Berkeadilan
Prabowo Puji Keberhasilan CNG Jateng, Luthfi Siapkan Implementasi Lebih Luas
Libur Sekolah Bikin Anak Makin Aktif, Orang Tua Perlu Bangun Rutinitas Perawatan Diri Sejak Dini
Menko Polkam Dorong Siswa Dikmaba dan Calon Manajer KDKMP Mengabdi Sepenuh Hati untuk Negeri
Menko Polkam: Generasi Muda Jangan Sampai Terpapar Disinformasi dan Ujaran Kebencian

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:20 WIB

Wamenko Polkam: Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Jalan Menuju Kekayaan

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:43 WIB

Pimpin Peringatan HANI 2026, Menko Polkam Tegaskan Perang Melawan Narkotika Tanggung Jawab Bersama

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:19 WIB

Menko Polkam Tiba di Doha, Bawa Belasungkawa Presiden Prabowo untuk Keluarga Sheikh Hamad

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:44 WIB

Pemerintah Pastikan Penegakan Hukum Kasus Korupsi Profesional, Transparan, dan Berkeadilan

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:43 WIB

Prabowo Puji Keberhasilan CNG Jateng, Luthfi Siapkan Implementasi Lebih Luas

Berita Terbaru