Negeri Sakura Jadi Asa Baru, 401 Peserta Ikuti Seleksi Program Magang ke Jepang di Jateng

- Reporter

Senin, 6 Juli 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ratusan anak muda memenuhi halaman Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Senin pagi (6/7/2026). Mengenakan pakaian olahraga, mereka berbaris rapi, menunggu satu demi satu tahapan seleksi Program Magang ke Jepang 2026.

Di antara deretan peserta itu, tersimpan cerita yang nyaris serupa: mimpi memperbaiki kehidupan keluarga.

Bagi sebagian orang, Jepang mungkin hanya sebuah negara maju. Namun bagi 401 peserta yang mengikuti seleksi hari itu, Negeri Sakura adalah harapan. Harapan untuk membantu orang tua, membiayai sekolah adik, hingga membawa pulang ilmu tentang disiplin dan budaya kerja yang kelak ingin mereka terapkan di tanah air.

Bima Sujatmiko (18), pemuda asal Pemalang, berdiri dengan keyakinan yang dibangun dari latihan berbulan-bulan. Siang dan malam ia mengasah kemampuan matematika. Setiap hari ia melatih fisik dengan push-up, sit-up, dan berlari. Semua dilakukan demi satu tujuan.

“Untuk meningkatkan ekonomi keluarga agar bisa membiayai sekolah adik,” katanya singkat.

Perjuangan serupa juga dibawa Andi Ardiansyah dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Jalan hidupnya tidak selalu mudah. Selepas SMA, keterbatasan ekonomi membuatnya harus menunda kuliah. Ia kemudian merantau ke Jawa, memperoleh beasiswa, dan berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada Februari 2026.

Kini, ia ingin melangkah lebih jauh. Baginya, Jepang bukan hanya tempat bekerja, melainkan ruang belajar. Ia ingin memahami langsung bagaimana masyarakat Jepang membangun budaya kerja yang disiplin, tertib, dan produktif, lalu membawa nilai-nilai itu kembali ke Indonesia.

Baca Juga :  Selvi Gibran Hadiri Peringatan Kartini Rembang, Nawal Yasin Dorong Perempuan Lebih Mandiri dan Berdaya

“Motivasi saya ingin belajar bagaimana bekerjanya orang Jepang, sehingga bisa mengaplikasikannya di Indonesia,” ujarnya.

Di balik impian itu, tersimpan keinginan sederhana namun besar maknanya: membantu adik-adiknya memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Cerita lain datang dari Eko Prasetyo asal Tegal. Ia melihat program magang bukan sekadar kesempatan mencari penghasilan, tetapi juga bekal untuk membuka peluang bagi orang lain setelah kembali ke Indonesia.

Menurutnya, budaya kerja Jepang yang mengedepankan disiplin, ketepatan waktu, saling menghormati, dan tanggung jawab menjadi nilai yang ingin ia pelajari.

“Kalau salah minta maaf, menyapa saat bertemu orang, dan masuk kerja tidak telat,” katanya, mengulang hal-hal yang telah ia pelajari tentang dunia industri Jepang.

Tahun ini, Program Magang ke Jepang menarik minat besar. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Ahmad Aziz menyebutkan sebanyak 508 orang mendaftar. Dari jumlah itu, 401 peserta hadir mengikuti seleksi.

Mayoritas peserta berasal dari Jawa Tengah, sementara sisanya datang dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Bali, DKI Jakarta, Lampung, Kalimantan Utara, hingga Nusa Tenggara Barat. Keberagaman asal peserta memperlihatkan bahwa kesempatan belajar dan bekerja di Jepang menjadi impian anak muda dari berbagai penjuru Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng bareng Wagub Taj Yasin, menilai tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki daya saing di tingkat internasional. Menurutnya, kepercayaan itu harus dijaga dengan kompetensi dan etos kerja yang baik.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Salat Id di Simpanglima, Wagub Gus Yasin di Mijen, Gelar Open House

“Tenaga kerja Indonesia tidak kalah dengan tenaga kerja negara-negara lain. Etos kerja Indonesia patut diperhitungkan sebagai sumber daya manusia yang kompetitif di internasional,” ujarnya.

Di hadapan para peserta, Luthfi juga mengingatkan bahwa hasil seleksi bukanlah akhir dari perjalanan. Mereka yang belum berhasil tidak boleh kehilangan semangat.

“Kegagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda. Tidak usah berkecil hati manakala nanti ada yang diterima atau tidak. Saya bangga hari ini kamu telah mencoba,” katanya.

Pesan serupa datang dari Wakil Direktur IM Japan, Yamauchi Takeshi. Ia mengingatkan, tujuan utama program magang bukan semata-mata memperoleh penghasilan, melainkan membentuk karakter, mempelajari etos kerja, dan meningkatkan keterampilan.

“Bekerja di Jepang bukanlah hal yang mudah. Namun, ada sangat banyak hal yang bisa dipelajari,” ujarnya.

Pagi itu, seleksi memang hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi ratusan anak muda yang berdiri di halaman Disnakertrans Jawa Tengah, hari itu bisa menjadi awal dari perjalanan panjang mengubah nasib.

Sebab di balik setiap nomor peserta, tersimpan doa orang tua, harapan adik-adik yang masih bersekolah, dan keyakinan bahwa kerja keras hari ini suatu saat akan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.***

Berita Terkait

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah
Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026
Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah
Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng
Jokowi dan Sejumlah Tokoh Solo Terima Anugerah BAMAGNAS 2026
Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan
Cegah Jerat Judol dan Pinjol Ilegal, Ning Nawal Ajak Kader PKK Jadi Agen Literasi Keuangan
Ahmad Luthfi: JTAB Bikin Petani Jateng Digaji Panen Dibeli

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:11 WIB

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah

Jumat, 18 September 2026 - 18:14 WIB

Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:24 WIB

Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 15:17 WIB

Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng

Jumat, 18 September 2026 - 07:44 WIB

Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan

Berita Terbaru