Menko Polkam Bekali Prajurit Garuda dengan Pesan Disiplin dan Loyalitas di Lebanon

- Reporter

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan pentingnya peningkatan disiplin, kualitas latihan, dan kesiapan prajurit dalam pelaksanaan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal tersebut disampaikan Menko Polkam saat memimpin Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian sekaligus memberikan arahan kepada 744 prajurit Satgas Kontingen Garuda (Satgas Konga) UNIFIL yang akan diberangkatkan ke Lebanon pada akhir Mei mendatang. Kegiatan berlangsung di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026).

Sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP), Menko Djamari menyampaikan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak panjang dan reputasi baik dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB. Ia juga membagikan pengalamannya saat bertugas dalam misi United Nations Emergency Force II (UNEF II) di Sinai pada 1970-an.

Menko Polkam menegaskan bahwa keterampilan, kemampuan, dan kedisiplinan merupakan faktor utama dalam menjaga keselamatan prajurit serta keberhasilan pelaksanaan tugas di daerah misi.

“Latihan yang keras adalah bentuk kesejahteraan yang diberikan kepada para prajurit. Dengan latihan keras dan disiplin, prajurit kita dapat melaksanakan tugas dengan baik. Pada saat tugas dilaksanakan dengan baik, di situlah muncul kebanggaan, kehormatan, promosi, dan apresiasi dari bangsa,” kata Menko Djamari.

Menko Polkam juga menyampaikan perhatian Presiden Prabowo terhadap peningkatan peran Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia. Menurutnya, Indonesia perlu terus memperkuat reputasi melalui kesiapan pasukan, peningkatan kontribusi, serta penempatan perwira TNI pada posisi strategis di struktur misi PBB.

Baca Juga :  AXA Mandiri Gandeng RS Mitra Keluarga dan AdMedika untuk Layanan Kesehatan Optimal

Dalam arahannya kepada para prajurit, Menko Polkam menyampaikan salam dan perhatian Presiden kepada seluruh personel yang akan menjalankan tugas di Lebanon. Ia menekankan bahwa misi perdamaian merupakan amanat konstitusi untuk turut menjaga ketertiban dunia sekaligus membawa kehormatan bangsa Indonesia.

“Kalian mengemban tugas negara untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia. Di pundak kalian ada bendera Merah Putih dan baret biru PBB. Betapa besar kepercayaan dan harapan bangsa ini kepada kalian,” ujar Menko Djamari.

Ia juga mengingatkan seluruh prajurit agar mematuhi aturan, menjaga disiplin, dan tidak lengah selama bertugas di daerah operasi. Setiap tindakan prajurit, tegasnya, akan berdampak langsung terhadap keselamatan personel dan nama baik Indonesia.

“Jangan sekali-kali lengah. Ketidakpatuhan bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada nama baik bangsa. Beban itu ada di pundak kalian,” tegasnya.

Menutup arahannya, Menko Polkam meminta seluruh prajurit memahami tujuan pengabdian dalam menjalankan tugas negara. Menurutnya, pengorbanan prajurit harus selalu diarahkan untuk kepentingan bangsa dan kehormatan Indonesia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa Rakor Misi Pemeliharaan Perdamaian penting untuk memperkuat koordinasi di tengah dinamika geopolitik dan meningkatnya risiko di daerah penugasan. Menurutnya, rakor tersebut tidak boleh dipandang sebagai rutinitas semata.

Baca Juga :  Menko Polkam Tegaskan Brigif 18/Trisula Garda Terdepan Stabilitas Nasional

“Kemenlu akan terus melaksanakan koordinasi dan kerja sama untuk meningkatkan misi perdamaian sebagai bagian dari amanat konstitusi dan reputasi negara,” kata Menlu Sugiono.

Kepada para prajurit, Menlu Sugiono juga berpesan agar seluruh personel menyiapkan diri dan melaksanakan tugas dengan baik, ikhlas, penuh semangat, serta berkeyakinan bahwa tugas yang dijalankan akan membawa nama baik Indonesia di mata dunia.

“Tempat kalian ditugaskan adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh risiko. Artinya, kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit harus disiapkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Menlu Sugiono.

Pada kunjungan kerja tersebut, Menko Polkam dan Menlu didampingi Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Wakabin Komjen Pol Imam Sugianto, Dirjen Strahan Kemhan Letjen TNI Agus Widodo, Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol. Amur Chandra, perwakilan Kementerian Hukum, perwakilan Kementerian Keuangan, para Deputi Kemenko Polkam, serta pejabat terkait lainnya.***

Berita Terkait

Jaga Pembangunan Tetap Stabil, Luthfi Siapkan Strategi Hadapi TKD Turun
Menteri Airlangga dan OJK Puji Jateng, Swasembada Pangan dan Ekonomi Moncer
Prabowo Panen Udang di Kebumen, Investasi Perikanan Jateng Kian Moncer
Wamenko Polkam Ajak Semua Pihak Jaga Demokrasi yang Inklusif dan Damai
Kualitas Demokrasi Jawa Tengah Meningkat, Ruang Kritik Publik Semakin Terbuka
Klaten Catat Sejarah, Jadi Tuan Rumah Konferensi Sepeda Internasional
Pengelolaan Arsip Pemprov Jateng Diakui Nasional, Raih Predikat Sangat Memuaskan
Menko Polkam Ingatkan Pemimpin Daerah Tidak Menyakiti Perasaan dan Harapan Rakyat Kecil

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 19:06 WIB

Jaga Pembangunan Tetap Stabil, Luthfi Siapkan Strategi Hadapi TKD Turun

Senin, 25 Mei 2026 - 17:06 WIB

Menteri Airlangga dan OJK Puji Jateng, Swasembada Pangan dan Ekonomi Moncer

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:31 WIB

Prabowo Panen Udang di Kebumen, Investasi Perikanan Jateng Kian Moncer

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:23 WIB

Wamenko Polkam Ajak Semua Pihak Jaga Demokrasi yang Inklusif dan Damai

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:38 WIB

Kualitas Demokrasi Jawa Tengah Meningkat, Ruang Kritik Publik Semakin Terbuka

Berita Terbaru