Kafilah MTQ Nasional Mulai Berdatangan, 13 Venue di Jawa Tengah Siap

- Reporter

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kafilah dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Jawa Tengah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI.

Hingga Kamis, 10 September 2026 pukul 17.00 WIB, sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi telah tiba. Sebanyak 13 venue juga telah disiapkan untuk pelaksanaan perlombaan dan kegiatan pendukung.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat menyambut Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Kamis malam.

Kafilah Papua Barat Daya telah tiba lebih dahulu, sedangkan gubernur, ketua DPR, dan sekretaris daerah provinsi tersebut dijadwalkan menyusul pada Jumat.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menerima sebanyak 847 peserta dan ofisial yang masuk ke Jawa Tengah, terbagi dari 12 provinsi,” ujar Taj Yasin, yang juga Ketua LPTQ Jateng .

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memastikan kesiapan penginapan bagi para kafilah dan kepala daerah yang hadir. Kesiapan lainnya meliputi konsumsi, transportasi, keamanan, posko kesehatan, ambulans, tenaga kesehatan, hingga rumah sakit rujukan.

Sebanyak 13 lokasi disiapkan untuk pelaksanaan musabaqah dan kegiatan pendukung. Diantaranya venue utama kawasan Simpang Lima, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan kawasan PRPP. Pemprov juga menyiapkan 15 unit bus untuk mendukung mobilitas kafilah, dewan hakim, panitia, dan tamu.

Baca Juga :  MBG di Maluku Tak Hanya Tingkatkan Gizi, Tapi Juga Gerakkan Ekonomi Daerah

Setiap provinsi mendapatkan pendampingan khusus dari satu perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jawa Tengah. Kafilah Papua Barat Daya, misalnya, didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Setiap dinas mendampingi satu provinsi untuk menjamu dan memberikan informasi mengenai kebutuhan selama MTQ. Kami juga menawarkan kepada kafilah yang ingin berwisata karena sudah ada bus yang disiapkan,” jelas Taj Yasin, yang memimpin Jawa Tengah bersama gubernur Ahmad Luthfi.

Suasana penyambutan berlangsung hangat. Setelah tiba, Taj Yasin dan Ahmad duduk berdampingan di ruang VIP Stasiun Tawang. Percakapan keduanya berlangsung cair, menggunakan beberapa bahasa secara bergantian, mulai dari bahasa Indonesia, Jawa, hingga Arab. Obrolan tersebut sesekali diselingi senyum dan tawa.

Kedekatan semakin terbangun ketika Ahmad menceritakan dirinya pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar, mMesir. Ia juga memiliki ikatan personal dengan Jawa Tengah karena istrinya, Ida Priyanti Nausrau, berasal dari Kabupaten Cilacap.

Dalam bahasa Jawa, Ahmad menyebut kedatangannya kali ini tidak hanya untuk mendampingi kafilah Papua Barat Daya dalam MTQ Nasional, tetapi juga seperti pulang kampung.

“Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki boten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih,” ujarnya, yang disambut senyum Taj Yasin.

Baca Juga :  Pelajar Banyumas Antusias Manfaatkan Layanan Psikolog di Program Speling

Ahmad mengaku terharu karena disambut langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah bersama jajaran Pemprov. Terlebih, Taj Yasin juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jateng.

“Penyambutannya luar biasa. Saya sangat terharu dan senang. Tadi saya kira datang biasa-biasa saja, ternyata Pak Wagub langsung bersama para pejabat menjemput,” katanya.

Menurut Ahmad, MTQ Nasional tidak semata-mata menjadi arena perlombaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan kebersamaan antardaerah.

Papua Barat Daya juga akan mempelajari penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah sebagai bahan pertimbangan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah pada masa mendatang.

Ahmad menilai daya tarik Papua Barat Daya, termasuk Raja Ampat, dapat menjadi magnet bagi peserta dari seluruh Indonesia. Apabila disetujui pemerintah pusat, penyelenggaraan tersebut akan menjadi MTQ Nasional pertama di Tanah Papua.

Kehadiran jajaran pimpinan Papua Barat Daya menjadi bentuk dukungan penuh kepada kafilahnya. Para qari dan qariah sengaja datang lebih awal agar mempunyai waktu lebih panjang untuk beradaptasi dan memaksimalkan latihan sebelum perlombaan dimulai.

“Bagi kami, yang penting adalah partisipasi. Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat,” tandas Ahmad.***

Berita Terkait

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terbaru