Gus Yasin Dorong Perlindungan Tanah Wakaf Lewat Sertifikasi di Jawa Tengah

- Reporter

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, berharap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, memberikan perhatian kepada tanah wakaf yang belum bersertifikat di Jawa Tengah.

“Mumpung disini ada dari BPN Provinsi, mohon diperintah untuk mendata tanah-tanah wakaf untuk segera disertifikatkan,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Pernyataan itu disampaikan Gus Yasin mengawali Mauidhoh Hasanah pada acara Pengajian Selapanan dan Haul ke 7 KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Nashrul Ummah, Mejobo, Kudus, Sabtu malam, 23 Mei 2026.

Hadir dalam acara tersebut, Nusron Wahid selaku ahlul bait, Forkopimda, para putera KH Maimoen Zubair, serta sejumlah ulama terkemuka di Jawa Tengah. Haul diikuti oleh ribuan umat muslim dari Kudus dan sekitarnya.

Gus Yasin mengatakan, banyak kisah masyarakat tentang tanah wakaf yang berubah alih status. Hal itu terjadi, karena belum disertifikatkan.

“Ini perlu menjadi perhatian Pak Menteri,” ujar Gus Yasin, mengawali Mauidhah Hasanah.

Tercatat, pada tahun 2025, masih ada sekitar 2.000 tanah wakaf di Jawa Tengah yang belum bersertifikat. Gus Yasin mendorong upaya percepatan sertifikasi tanah wakaf di wilayahnya. Tujuannya, supaya tidak terjadi sengketa di kemudian hari.

Selain itu, untuk memberikan kenyamanan dan ketaatan terhadap hukum fikih bagi warga muslim. Apalagi, wakaf berkaitan dengan amal ibadah bagi seseorang yang mewakafkan tanahnya.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Antar Jenazah Wakil Bupati Klaten ke Pemakaman

Gus Yasin mengakui, selama beberapa hari terakhir, tumbuh semangat haul Mbah Maimoen, sapaan akrab KH Maimoen Zubari.

Menurutnya, sosok Mbah Maemoen telah memberikan pengayoman dan pencerahan untuk masyarakat luas. Bukan hanya dalam bidang pendidikan keagamaan, namun juga kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Banyak pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh beliau kepada kita semua bukan hanya kaum santri akan tetapi juga kaum nasionalis,” beber Gus Yasin.

Dia mencontohkan, berbagai permasalahan-permasalahan di negara ini, oleh Mbah Meimoen, bukan hanya dipandang dari segi syariat. Akan tetapi, oleh beliau dijabarkan. Termasuk memberikan masukan kepada pemerintah, dalam hal perekonomian.

Gus Yasin mengambil contoh saat Mbah Maimoen memberikan saran tentang permasalahan sampah. Sesuai syariat Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. Mbah Maimoen pun memberikan saran agar sampah dikelola dengan baik, sehingga memberikan manfaat untuk umat.

“Sesuai yang disarankan oleh Mbah Maimoen, perusahaan yang dulu hampir dijual oleh pemerintah, oleh negara saat ini menjadi salah satu yang bisa menangani sampah yaitu pabrik semen,” urainya.

Sehingga, pada tahun 2003 hingga 2004, perusahaan semen tersebut hampir dilepas oleh pemerintah. Sesuai nasehat Mbah Maimoen, pabrik tersebut tidak jadi dilepas, sehingga sampai saat ini masih berjalan dengan baik dan menjadi pengelola sampah yang memberikan manfaat.

Baca Juga :  Sahidin Tegaskan Program MBG Sebagai Langkah Nyata Pemerintah Pastikan Generasi Muda Tumbuh Sehat

“Kita memang butuh sosok-sosok bukan memandang pada hari ini bukan hanya memandang kebutuhan hari ini. Akan tetapi juga bisa memberikan pandangan-pandangan yang lebih jauh, lebih panjang. Inilah sosok Kiai Maimun yang pada malam hari ini kita ketahui,” lanjutnya.

Pada saat ini, kata Gus Yasin, sejumlah pabrik semen di berbagai daerah turut menangani permasalahan sampah. Sampah tersebut dikelola sebagai bahan bakar alternatif. Pabrik Pemanfaatan ini antara lain sudah dilakukan di Rembang, dan Magelang, dan akan menyusul kabupaten yang lain.

“Kami atas nama masyarakat Jawa Tengah khususnya, masyarakat Indonesia benar-benar merasakan atau berterima kasih kepada Mbah Maimun. Walaupun pemikiran itu sudah 20 tahun lebih tetapi manfaat itu dirasakan pada akhir-akhir tahun ini,” ujarnya.

Menanggapi harapan Gus Yasin tersebut, Nusron Wahid menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih karena dapat melaksanakan Haul ke 7 KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Nashrul Ummah yang dia dirikan.

Mauidhah Hasanah juga disampaikan putera Mbah Maemoen KH Abdulloh Ubab Maimoen dan KH M Najih Maimoen.***

Berita Terkait

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Berita Terbaru