Cuaca Ekstrem Ancam Mudik, Pemprov Jateng Perkuat Kesiapsiagaan

- Reporter

Senin, 2 Maret 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memastikan kesiapsiagaan lintas sektor jelang Idulfitri 2026 berjalan optimal.

Hal itu disampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral bidang operasional tingkat Menteri secara daring di Ruang Vicon Lantai 7 Mapolda Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Senin, 2 Februari 2026.

Fokus pembahasan dalam rakor tersebut adalah kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran yang tahun ini beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi.

Survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan menunjukkan Jawa Tengah menjadi tujuan favorit dimana 38,71 juta orang akan bergerak menuju provinsi ini pada Lebaran 2026.

“Insya Allah 10 hari menjelang Idulfitri seluruh titik perbaikan jalan, khususnya di Jawa Tengah, sudah diselesaikan. Jateng siap menjadi salah satu perlintasan utama arus mudik,” ujar Taj Yasin.

Menurutnya, laporan dari Kementerian PUPR menunjukkan sejumlah ruas jalan di Jateng saat ini masih dalam tahap perbaikan dan peningkatan kualitas. Namun seluruhnya ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik.

Selain infrastruktur, aspek cuaca menjadi perhatian serius. Taj Yasin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan sedang hingga lebat saat periode Lebaran.

“Kita mengikuti arahan dari BMKG bahwa potensi hujan masih ada di beberapa titik. Karena itu kesiapsiagaan harus maksimal,” katanya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo Emban Tugas Sebagai Plt Bupati Sukoharjo

Ia menambahkan, Pemprov Jateng akan melakukan pengecekan lanjutan terhadap kesiapan teknis di lapangan sesuai instruksi pemerintah pusat, termasuk kesiapan posko, jalur alternatif, hingga layanan publik lainnya.

“Koordinasi terus kita lakukan agar para pemudik aman, nyaman, dan keluarganya senang,” tegasnya.

Dikatakan, Libur Idulfitri tahun ini diperkirakan berlangsung hampir dua pekan. Kondisi tersebut tidak hanya memicu mobilitas antarwilayah, tetapi juga lonjakan kunjungan wisata.

Pemprov Jateng, kata Taj Yasin, telah berkoordinasi dengan pengelola destinasi agar mengatur kapasitas pengunjung dan sistem parkir secara tertib.

“Tempat-tempat wisata harus mengatur kapasitasnya, parkirnya bagaimana, sehingga ketika wisatawan berkunjung ke Jawa Tengah, mereka benar-benar mendapatkan pelayanan terbaik dan tidak terjadi stagnasi akibat lonjakan pengunjung,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengingatkan tren bencana pada 2026 mengalami peningkatan.

“Hingga awal Maret 2026 ini, jumlah bencana di Indonesia sudah hampir 500 kejadian. Di Jawa Tengah tercatat 82 kejadian banjir, longsor, dan cuaca ekstrem,” ujarnya.

Menurut dia, ancaman utama jelang Lebaran masih didominasi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

BNPB telah menyiapkan enam langkah strategis, antara lain meningkatkan koordinasi dengan pemprov dan pemkab/pemkot, menyebarkan peta jalur mudik rawan bencana, mengaktifkan pos komando bersama di daerah rawan, mengerahkan personel di titik strategis, menyiapkan rencana kontinjensi kawasan wisata, dan menyiapkan operasi modifikasi cuaca jika diperlukan.

Baca Juga :  Ini Daftar Jalan dan Jembatan yang Diperbaiki Pemprov Jateng Tahun 2026

BNPB juga mengandalkan aplikasi InaRISK yang terintegrasi dengan Kementerian PUPR, BMKG, TNI, dan Polri. Aplikasi tersebut memungkinkan pelaporan kejadian secara real time, termasuk oleh pemudik melalui ponsel pribadi.

“Jika ada longsor atau hambatan akibat bencana, masyarakat bisa langsung melapor. Data terkirim cepat dan aparat bisa segera bergerak,” jelas Suharyanto.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan curah hujan pada Maret masih tergolong tinggi hingga sangat tinggi, terutama sampai minggu kedua.

“Sepuluh hari pertama Maret masih ada potensi hujan tinggi di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah-DIY. Namun pada 10 hari terakhir Maret kondisinya sudah jauh menurun,” terangnya.

BMKG bersama BNPB terus berkoordinasi untuk mendukung operasi modifikasi cuaca secara situasional apabila terjadi potensi cuaca ekstrem yang membahayakan perjalanan mudik.

“Harapannya, pada periode Idulfitri ini kita dapat beraktivitas ke luar ruangan dan melaksanakan perjalanan dengan nyaman,” pungkasnya.*

 

Berita Terkait

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terbaru