Bekas Tambang Andesit di Kabupaten Semarang Disulap Jadi Agrowisata dan Sentra Buah

- Reporter

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Tambang batu andesit di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, yang puluhan tahun dieksploitasi kini diproyeksikan berubah menjadi kawasan agrowisata terpadu. Upaya itu untuk memulihkan kondisi lingkungan setelah lokasi tersebut dilakukan aktivitas penambangan.

Langkah reklamasi konsisten yang dilakukan CV Jati Kencana Beton dinilai menjadi contoh praktik tambang berkelanjutan yang tetap menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Reklamasi pascatambang tersebut dilakukan di area tambang Desa Kandangan dan Polosiri, Kecamatan Bawen. Sebagai informasi, penambangan batu andesit di lokasi tersebut dibuka sekitar tahun 1980-an.

Adapun perusahaan mulai melakukan penanaman pohon dan penghijauan secara bertahap sejak tahun 2000. Mereka konsisten hingga kini melakukan penanaman pohon dan reklamasi pada lahan yang sudah lama ditambang.

Komitmen penghijauan itu kembali diperkuat melalui penanaman pohon bersama oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Sekda Jawa Tengah, Sumarno, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, dan Forkopimda pada Rabu (13/5/2026) pagi.

Baca Juga :  Perayaan Waisak di Vihara Mahavira Graha Semarang Gaungkan Kebijaksanaan dan Cinta Kasih

Kepala Desa Kandangan, Paryanto, mengatakan, reklamasi yang dilakukan perusahaan memberi harapan baru bagi masyarakat sekitar. Selain memperbaiki lahan bekas tambang, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi agrowisata yang tetap melibatkan warga lokal.

“Informasi dari pengusaha, lokasi ini rencananya akan digunakan untuk agrowisata. Sebisa mungkin ke depan tetap melibatkan masyarakat,” ujar Paryanto.

Menurutnya, keberadaan agrowisata nantinya akan membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Terlebih, kawasan itu diperkirakan mampu menarik wisatawan ketika sudah beroperasi penuh.

Direktur CV Jati Kencana Beton, Arif Adi Wartono, menjelaskan, reklamasi dilakukan sebagai bagian dari komitmen hijau perusahaan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan pascatambang.

Ia menyebut, proses penambangan dirancang berjalan beriringan dengan pemulihan ekosistem melalui vegetasi yang dilakukan secara bertahap dan sistematis.

Baca Juga :  BPBD Jateng Gerak Cepat Tangani Tanggul Jebol Sungai Silandak di Semarang

“Setelah era penambangan berakhir, masyarakat lokal tetap harus memiliki sumber penghidupan berkelanjutan dari sektor pariwisata hijau,” katanya.

Ke depan, kawasan bekas tambang tersebut dirancang menjadi sentra perkebunan buah produktif yang dilengkapi fasilitas rekreasi dan sirkuit offroad. Program pemberdayaan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja lokal juga disebut akan terus diperkuat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng duet Taj Yasin, menegaskan reklamasi merupakan kewajiban yang harus dijalankan setiap perusahaan tambang setelah melakukan eksploitasi sumber daya alam.

“Hari begini reklamasi itu harus dieksekusi. Jangan sampai selesai ditambang lalu ditinggal begitu saja. Harus dihijaukan kembali dan melibatkan masyarakat. Ini harus dicontoh yang lain,” tegasnya.***

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru