Bacakan Gurindam Dua Belas, Menko Polkam Tekankan Kepemimpinan dan Kolaborasi Lawan Terorisme

- Reporter

Senin, 27 Juli 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa meskipun ancaman terorisme di Indonesia saat ini semakin terkendali, seluruh pemangku kepentingan tidak boleh lengah. Kewaspadaan dan kolaborasi harus terus diperkuat agar kondisi kondusif yang telah dicapai dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Menko Polkam saat memberikan keynote speech sekaligus membuka Kegiatan Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menko Djamari menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan tren penurunan insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir. Capaian tersebut tercermin dalam Global Terrorism Index 2026 yang menempatkan Indonesia pada kategori medium impacted, serta Global Peace Index 2026 yang mengategorikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat perdamaian medium.

“Angka terorisme memang sedang menurun, bahkan kita mampu mengendalikan hingga kondisi seperti sekarang. Namun, situasi ini bukan sesuatu yang membuat kita berpuas diri. Justru kondisi yang kondusif harus semakin meningkatkan perhatian dan kewaspadaan kita,” tegas Menko Polkam.

Menurut Menko Djamari, pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah ancaman muncul. Oleh karena itu, implementasi Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) harus dilaksanakan secara terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Musrenbang Jateng Catat 37 Ribu Usulan, Taj Yasin Minta Tepat Sasaran

“Kegiatan hari ini merupakan awal kerja sama kita semua untuk melaksanakan pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang lebih terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan. Mari kita satukan langkah, perkuat komitmen, dan bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang aman, damai, tangguh, dan berketahanan terhadap segala bentuk ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme,” ujar Menko Djamari.

Sebagai penutup arahannya, Menko Polkam membacakan bait-bait Gurindam Dua Belas karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji yang sarat dengan nilai kepemimpinan, persatuan, dan kerja sama. Di antaranya, bait yang berbunyi, “Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagar duri,” yang mengandung makna bahwa pemimpin dan para pembantunya harus memiliki kesamaan visi, mengedepankan musyawarah, serta bekerja secara solid. Kolaborasi yang kuat akan menjadikan bangsa semakin kokoh dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk ancaman terorisme.

Menko Polkam kemudian melanjutkan dengan bait, “Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja,” yang mengajarkan pentingnya integritas, loyalitas, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sinergi antarkementerian, antarlembaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme dapat berjalan secara efektif.

Baca Juga :  230.830 Guru Agama Terima Insentif, 60 Santri dan Pengasuh Pesantren di Jateng Disiapkan Beasiswa

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa penguatan kolaborasi merupakan faktor penentu keberhasilan implementasi RAN PE. Menurutnya, kolaborasi memang mudah diucapkan, namun membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh pihak agar dapat diwujudkan dalam langkah nyata.

“Dengan kehadiran Bapak Menko Polkam dan seluruh pihak yang hadir pada kegiatan ini, kami optimistis penguatan kolaborasi dalam pelaksanaan RAN PE akan berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Kepala BNPT.

Melalui penguatan kolaborasi ini, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi, komitmen, dan langkah yang sama dalam mencegah berkembangnya ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Dengan demikian, tren penurunan angka terorisme di Indonesia dapat terus dipertahankan sekaligus memperkuat keamanan nasional dan ketahanan bangsa.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, kalangan akademisi, organisasi masyarakat, sektor swasta, serta perwakilan negara-negara sahabat. Turut mendampingi Menko Polkam para Deputi dan Staf Khusus Menko Polkam.***

Berita Terkait

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Berita Terbaru