Api Padam di Gunung Sumbing, Pemerintah Berpacu Memulihkan Hutan dan Air Bersih

- Reporter

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMANGGUNG – Api di Gunung Sumbing akhirnya padam setelah melalap 974,29 hektare kawasan hutan dan lahan di tiga kabupaten. Namun, pekerjaan belum selesai. Kerusakan pipa air bersih warga, pemulihan vegetasi, hingga ancaman kebakaran susulan kini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta tim gabungan tidak hanya memastikan api benar-benar padam, tetapi juga mengevaluasi dampak kebakaran dan mempercepat rehabilitasi kawasan terdampak. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses air bersih, menjadi salah satu prioritas.

“Hari ini wilayah Gunung Sumbing telah padam, tetapi yang kita evaluasi adalah upaya pascabencananya. Di antaranya, kebutuhan dasar masyarakat harus terpenuhi,” kata Ahmad Luthfi usai meninjau lokasi dan bertemu relawan di Basecamp Bimawari, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Minggu, 25 Oktober 2026.

Kebakaran yang meluas di wilayah Kabupaten Wonosobo, Magelang, dan Temanggung itu, tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas yang menopang kehidupan warga. Berdasarkan laporan masyarakat, beberapa saluran pipa air bersih terbakar atau rusak sehingga perlu segera diperbaiki.

“Banyak pipa-pipa kita yang terbakar atau rusak itu harus kita recovery kembali. Kemudian, lakukan reboisasi terkait dengan pascabencana. Beberapa masyarakat mengusulkan untuk diberikan tanaman-tanaman yang siap untuk direboisasi kembali. Reboisasi kita lakukan bersama,” ujar Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Kafilah MTQ Segera Tiba, Taj Yasin Siapkan Skenario Jika Bandara Ditutup

Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, Dimyati, mengatakan, kebakaran di kawasan Gunung Sumbing yang meliputi tiga kabupaten telah padam sepenuhnya sejak Sabtu, 24 Oktober 2026.

Hasil pemantauan melalui aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan juga tidak lagi menunjukkan titik api maupun asap kebakaran. Meski demikian, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Kita pantau hari ini dari Sipongi, Gunung Sumbing bersih dari titik api dan asap kebakaran,” kata Dimyati.

Berdasarkan data Perhutani, total area yang terbakar mencapai 974,29 hektare. Rinciannya, 362 hektare berada di Kabupaten Wonosobo, 213 hektare di Kabupaten Magelang, dan 398,89 hektare di Kabupaten Temanggung. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp189,3 juta.

Sebagian besar area yang terbakar berupa sabana yang ditumbuhi ilalang dan rumput hutan. Namun, di sejumlah titik wilayah Wonosobo, api juga membakar tumbuhan berkayu.

Ahmad Luthfi meminta evaluasi dilakukan berdasarkan data yang akurat, termasuk luasan lahan terbakar serta dampaknya terhadap vegetasi dan satwa liar. Data tersebut diperlukan sebagai dasar menentukan langkah pemulihan yang tepat.

Selain rehabilitasi, pemerintah juga memperkuat upaya pencegahan agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi. Masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun menyalakan api tanpa pengawasan di kawasan gunung.

Baca Juga :  Capaian Positif 2025, Ahmad Luthfi Ingatkan ASN Tak Lengah Hadapi 2026

Penyebab kebakaran Sumbing masih dalam penyelidikan. Meski terdapat indikasi awal faktor kelalaian manusia, pemerintah meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan diketahui.

“Penyebab kebakaran atau titik mula api masih dilakukan penyelidikan, indikasi awal adalah human error. Jangan sampai nanti terulang, apalagi sengaja,” kata Luthfi yang memimpin Jateng bersama wagub Taj Yasin.

Ia menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah saat ini terkendali. Selain di Gunung Sumbing, kebakaran juga terjadi di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, dan Gunung Pakuwaja di kawasan Dieng.

Untuk mengantisipasi risiko kebakaran susulan, imbauan penutupan sementara jalur pendakian di gunung-gunung di Jawa Tengah masih berlaku sambil menunggu hasil evaluasi.

Luthfi mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan kebakaran, mulai dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota, BNPB, hingga relawan dan masyarakat. Di Gunung Lawu, pemadaman turut dilakukan melalui jalur udara, sedangkan di Gunung Sumbing penanganan dilakukan melalui jalur darat bersama berbagai unsur.

Pemadaman yang telah tuntas di Sumbing kini menjadi awal pekerjaan berikutnya. Gubernur ingin memastikan akses air bersih warga kembali pulih, lingkungan yang rusak direhabilitasi, dan kawasan gunung lebih terlindungi dari ancaman kebakaran berulang.*

Berita Terkait

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling
Ribuan Bendahara KDKMP di Jateng Disiapkan agar Koperasi Dikelola Profesional

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet

Berita Terbaru