Ahmad Luthfi Tekankan Kolaborasi Diaspora sebagai Kunci Pembangunan Jateng

- Reporter

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak diaspora masyarakat Jawa Tengah yang tinggal di Jakarta agar membangun membangun kampung masing-masing.

Hal itu disampaikan saat acara “Gubernur Menyapa, Ngobrol Seru Bareng Gubernur Jawa Tengah” di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu, 6 Desember 2025.

Acara tersebut dihadiri ratusan warga asal Jawa Tengah yang merantau di Jabodetabek, mulai dari mahasiswa, pekerja formal, sampai pekerja informal.

“Jadi Bapak-bapak dan Adik-adik sekalian, Anda tidak menjadi raja rimba kalau belum menaklukkan Jawa Tengah dengan pulang kampung membangun kampung. Itu penting. Sehebat-hebatnya kita di negeri orang, Anda lebih hebat untuk diri Anda dan keluarga Anda, serta masyarakat di mana Anda dilahirkan,” kata Ahmad Luthfi saat mengawali dialog.

Gubernur menjelaskan, apa pun yang didapatkan di perantauan merupakan bagian dari investasi bagi wilayah masing-masing. Maka keterlibatan masyarakat perantauan dalam membangun wilayah agar tidak mengubah adat istiadat. Salah satu ciri khas masyarakat Jawa Tengah adalah tindak-tanduk dan tata krama yang selalu dijunjung tinggi.

Baca Juga :  Sosok Dandim Inovatif Honi Havana Kini Resmi Sandang Pangkat Brigjen TNI AD

“Jangan hilangkan tradisi di wilayah karena membangun Jawa Tengah dasarnya adalah kekerabatan, gotong royong, dan tepa salira. Itu yang menjadi nyawanya Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Dikatakan, kebersamaan itu juga yang dijadikan landasan dalam pembangunan di Jawa Tengah. Semua elemen masyarakat dilibatkan tanpa ada yang ditinggal, tanpa ada ego sektoral. Kolaborasi menjadi hal penting karena ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh daerah.

“Pada saat kita di pemerintahan, pada saat kita di wilayah, dan lain sebagainya, di situ akan kita jumpai kasus-kasus yang sangat heterogen dan banyak sekali. Itu tidak bisa diselesaikan sendiri, harus berjenjang, berlanjut, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ahmad Luthfi juga menyampaikan rasa bangga dengan warga Jawa Tengah di perantauan. Di antaranya karena memiliki semangat kebersamaan yang tinggi.

“Para perantau kita adalah duta-duta investasi bagi Jawa Tengah. Jadi apapun di perantauan adalah kembali ke wilayah masing-masing,” katanya.

Baca Juga :  Ancaman Kemarau Panjang 2026, Forum MPU Perkuat Ketahanan Pangan Antardaerah

Gubernur juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat. Di antaranya bantuan pendidikan dari Baznas Jateng kepada 100 mahasiswa asal Jawa Tengah, dan beberapa bantuan simbolis KUR kepada pelaku UMKM asal Jawa Tengah.

Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, mengatakan, diaspora masyarakat Jawa Tengah di perantauan merupakan potensi luar biasa untuk membangun Jawa Tengah.

Banyak program yang sebenarnya dapat dikolaborasikan antara Pemprov Jateng dengan masyarakat perantauan, hanya saja koneksitas dengan pengambil kebijakan belum begitu kuat sehingga butuh peningkatan.

Menurutnya, Ngobrol Bareng Gubernur Jawa Tengah ini momen yang luar biasa, untuk memberikan informasi bagaimana pembangunan Jawa Tengah setelah satu tahun ini

“Sekarang ini momentum untuk memberikan informasi yang lebih detail, agar fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan bersama oleh diaspora dari Jawa Tengah di manapun berada. Bisa kami koordinir lebih dahsyat. Membawa investasi juga bisa, membawa kepintaran dan koneksitas di Indonesia juga bisa,” katanya.*

Berita Terkait

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling
Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan
Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi
Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI
Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi
BULOG Torehkan Sejarah, Pengadaan Beras 2026 Lampaui Target Capai 4 Juta Ton
Insiden KA Argo Bromo Anggrek: Aliansi Desak Audit Total, Soroti Sistem Persinyalan
Menko Polkam Tegaskan Karhutla Harus Segera Dipadamkan, Kesehatan Warga Diperhatikan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi

Berita Terbaru