Ahmad Luthfi dan Pegiat Sungai Watch Kampanyekan Penyelamatan Sungai dari Sampah di Pekalongan

- Reporter

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Sekda Jateng, Sumarno, berlari bersama tiga pegiat lingkungan asal Prancis dalam gerakan “Run for Rivers” di Kota Pekalongan, Kamis (7/5/2026).

Tak sekadar berlari, Ahmad Luthfi, Sumarno, pegiat Sungai Watch, dan warga, juga memunguti sampah di aliran sungai kawasan Kergon sebagai bentuk kampanye penyelamatan sungai dari pencemaran sampah.

Run for Rivers adalah aksi lari sejauh ribuan kilometer dari Bali menuju Jakarta yang digagas tiga bersaudara asal Prancis, Gary Benchegib, Sam Benchegib, dan Kelly Benchegib.

Mereka mendirikan komunitas lingkungan Sungai Watch yang aktif mengkampanyekan menjaga lingkungan dan kesadaran publik untuk memerangi sampah sungai secara masif dan berkelanjutan.

Saat Run for River di Kota Pekalongan, ratusan peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mulai komunitas pelari, masyarakat umum, hingga pejabat daerah.

Ahmad Luthfi bersama Sumarno turut berlari star dari Lapangan Mataram Kota Pekalongan menuju selesai di kawasan Jalan Sulawesi.

Setibanya di kawasan Kergon, rombongan langsung melakukan aksi bersih-bersih sampah yang ada di aliran sungai. Timbunan sampah tersebut lantas dimasukkan ke dalam jaring sampah lalu ditimbang untuk diketahui beratnya. Setelah itu timbunan sampah tersebut di masukkan ke dalam mobil bak terbuka untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir.

Baca Juga :  Di Era Ahmad Luthfi, Seluruh Desa di Jateng Naik Kelas

Sampah yang dihasilkan cukup banyak dan sungai terlihat bersih. Seusainya, rombongan lantas melanjutkan lari menuju Museum Batik Pekalongan.

“Datangnya pegiat sampah dari Perancis ini menjadi trigger kita semua untuk memerangi sampah. Zero sampah merupakan prioritas kita. Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Jawa Tengah zero sampah tahun 2028,” kata Ahmad Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Menurut Luthfi, persoalan sampah di Jawa Tengah harus ditangani secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Saat ini, timbulan sampah di Jawa Tengah mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun dengan kenaikan sekitar 8–11 persen setiap tahunnya. Namun, baru sekitar 30 persen yang mampu diolah.

Karena itu, Pemprov Jateng telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pembangunan sistem pengolahan sampah RDF, pengolahan berbasis aglomerasi di Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya, hingga pengolahan regional di Soloraya dan Magelang Raya.

“Provinsi tidak bisa bekerja sendiri. Maka seluruh kabupaten/kota kita dorong membuat MoU guna mereduksi simpul sampah mandiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, perubahan terbesar harus dimulai dari masyarakat melalui budaya memilah dan memilih sampah sejak dari rumah tangga. Penanganannya dilakukan berjenjang mulai tingkat rumah, RT/RW, desa atau kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten/kota.

Baca Juga :  Irma Suryani Tegaskan Komitmen Pemerintah Terhadap Kebermanfaatan Program MBG bagi Masyarakat

“Kita harus menangani sampah secara komprehensif. Dari hulu sampai hilir harus selesai. Kalau semua bergerak, kelurahan jadi pengepul, kecamatan jadi koordinator, dan kabupaten menjadi penyelesai masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Founder Sungai Watch, Sam Benchegib, mengaku terkesan dengan keterlibatan langsung Gubernur Ahmad Luthfi dalam aksi tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi energi penting untuk memperkuat gerakan penyelamatan sungai di Indonesia.

“Ini lari untuk menjaga sungai di Indonesia. Sampai sekarang hampir semua sungai ada sampahnya. Semoga perjalanan ini bisa menginspirasi pemerintah dan masyarakat untuk membersihkan sungai,” katanya.

Gary, Sam, dan Kelly Benchegib sedang menjalankan aksi lari 1.200 kilometer dari Bali ke Jakarta untuk mengampanyekan penyelamatan sungai dari pencemaran sampah.

Sam juga mengungkapkan keinginan Sungai Watch untuk mulai beroperasi di Jawa Tengah setelah sebelumnya aktif di Bali dan Jawa Timur. Ia menyebut sudah berdiskusi dengan Ahmad Luthfi terkait rencana kolaborasi tersebut.

“Yayasan Sungai Watch ini kecil, jadi harus kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas. Kolaborasi ini akan sangat bagus,” ujarnya.

Selama perjalanan melintasi Jawa Tengah, Sam mengaku menemukan sungai yang ada di Blora, Demak, Kudus, dan Pekalongan, masih banyak timbunan sampah.

“Ini masalah kita bersama, jadi harus dipikirkan solusinya bersama juga,” tandasnya.*

Berita Terkait

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling
Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan
Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi
Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI
Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi
BULOG Torehkan Sejarah, Pengadaan Beras 2026 Lampaui Target Capai 4 Juta Ton
Insiden KA Argo Bromo Anggrek: Aliansi Desak Audit Total, Soroti Sistem Persinyalan
Menko Polkam Tegaskan Karhutla Harus Segera Dipadamkan, Kesehatan Warga Diperhatikan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi

Berita Terbaru