Insiden KA Argo Bromo Anggrek: Aliansi Desak Audit Total, Soroti Sistem Persinyalan

- Reporter

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek tidak boleh begitu saja diarahkan kepada masinis. Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan mendesak investigasi menyeluruh dan menilai persoalan utama dalam insiden tersebut berkaitan dengan sistem persinyalan.

Aspirasi tersebut disampaikan di Kementerian Perhubungan RI, Jakarta Pusat, Selasa (6/10). Aliansi meminta pemeriksaan tidak berhenti pada awak kereta, tetapi membongkar kinerja sistem persinyalan, sarana-prasarana, SOP, pemeliharaan, hingga manajemen keselamatan.

Koordinator Lapangan Aliansi, Amri, menegaskan bahwa pihaknya berpandangan insiden tersebut merupakan persoalan sistem persinyalan dan tidak semestinya dibebankan begitu saja kepada masinis.

“Jangan cari kambing hitam di kabin masinis. Kalau akar persoalannya ada pada sistem persinyalan, maka sistem itulah yang harus dibongkar dan diaudit total. Jangan sampai orang di lapangan dijadikan tameng atas kegagalan sistem,” tegas Amri.

Baca Juga :  Jateng Kebut Persiapan MTQ Nasional 2026, Targetkan Sukses Penyelenggaraan dan Prestasi

Aliansi mendukung proses hukum yang sedang berjalan, tetapi meminta seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap sistem keselamatan diperiksa secara objektif.

“Kalau benar sistem persinyalan gagal, maka ini bukan sekadar kesalahan manusia. Ini persoalan sistem yang harus dipertanggungjawabkan. Siapa yang memasang, siapa yang merawat, siapa yang mengawasi, dan siapa yang memastikan sistem tersebut aman—semuanya harus diperiksa,” ujarnya.

Aliansi juga mendesak audit keselamatan total, termasuk terhadap sistem persinyalan sebagaimana diatur dalam Permenhub PM 44 Tahun 2018, serta meminta hasil investigasi dibuka secara transparan kepada publik.

Baca Juga :  Menko Polkam: Tanpa Guru, Bangsa Sulit Melompat Jauh

Dari Kementerian Perhubungan, Kasubbag Humas DJKA, Hanif, menyampaikan pihaknya menghargai aspirasi masyarakat dan mendukung pemeriksaan secara menyeluruh.

Aliansi kemudian mendorong dialog lanjutan bersama PT KAI, Kementerian Perhubungan, KNKT, dan DPR RI untuk mengevaluasi sistem keselamatan serta perlindungan pekerja perkeretaapian.

Aliansi menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut.

Bagi Aliansi, keselamatan publik tidak boleh dikorbankan demi mencari kesalahan individu. Jika sistem persinyalan yang bermasalah, maka sistemnya harus dibongkar, diaudit, dan dipertanggungjawabkan.***

Berita Terkait

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling
Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan
Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi
Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI
Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi
BULOG Torehkan Sejarah, Pengadaan Beras 2026 Lampaui Target Capai 4 Juta Ton
Menko Polkam Tegaskan Karhutla Harus Segera Dipadamkan, Kesehatan Warga Diperhatikan
Usai Sertijab, Menko Polkam Dudung Langsung Fokus Tangani Karhutla dan Stabilitas Keamanan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi

Berita Terbaru