Investor Dubai Kepincut Jateng, Jepara Dibidik untuk Mini Refinery Rp5 Triliun

- Reporter

Rabu, 16 September 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Investasi sekitar Rp 5 triliun berpotensi masuk ke Jawa Tengah. Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), membidik Kabupaten Jepara sebagai lokasi pembangunan mini refinery dengan kapasitas awal 10 ribu barel per hari dan ditargetkan meningkat hingga 30 ribu barel per hari.

Rencana investasi tersebut disampaikan calon investor dari Duba saat bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Jakarta, Selasa malam, 15 September 2026. Jika proses kerja sama berjalan sesuai rencana, pembangunan mini refinery ditargetkan mulai direalisasikan sebelum akhir 2026.

Investasi itu tidak sekadar membawa modal baru. Pengembangan fasilitas pengolahan minyak di Jepara berpotensi memperkuat ekosistem energi di Jawa Tengah sekaligus membuka aktivitas ekonomi baru di daerah lokasi investasi.

“Mr Hamid dan kawan-kawan dari Dubai ini tertarik investasi di Jawa Tengah. Nantinya akan segera dibangun mini refinery di wilayah Jepara,” kata Ahmad Luthfi usai pertemuan.

Menurut Luthfi, dari paparan investor, fasilitas tersebut nantinya dapat mengolah minyak mentah dan produk terkait lainnya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap rencana itu dapat segera direalisasikan sehingga ikut memperkuat pemenuhan kebutuhan energi di wilayah Jawa Tengah.

“Itulah Jawa Tengah. Di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk dari Dubai yang hari ini datang,” ujar Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Baca Juga :  Stok Beras dan Minyak Goreng Terjamin, BULOG Imbau Belanja Sewajarnya

Perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali, mengatakan, minat investasi tersebut didorong oleh potensi Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Salah satu sektor yang dinilai memiliki ruang pengembangan adalah fasilitas pengolahan minyak skala mini.

Menurut dia, kebutuhan terhadap mini refinery di Indonesia masih terbuka. Investor berencana membangun fasilitas dengan kapasitas awal 10 ribu barel per hari dan secara bertahap ditingkatkan hingga 30 ribu barel per hari.

“Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari. Insya Allah tempatnya di Jepara dan akan mulai segera sebelum akhir tahun,” kata Talal.

Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai USD200 juta atau sekitar Rp 5 triliun.

Rencana masuknya investasi Dubai menambah daftar negara yang menanamkan modal di Jawa Tengah. Berdasarkan data pemerintah provinsi, dalam lima tahun terakhir nilai investasi dari Uni Emirat Arab di Jawa Tengah tercatat mencapai sekitar Rp 13 triliun.

Bagi Jepara, rencana pembangunan mini refinery tersebut membuka peluang munculnya aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan investasi. Selain kebutuhan tenaga kerja, proyek juga berpotensi menciptakan permintaan terhadap barang dan jasa lokal selama tahapan pembangunan maupun ketika fasilitas mulai beroperasi.

Baca Juga :  1.750 Pelaku Usaha Mikro di Jateng Dapat Modal Produktif Rp 5,25 Miliar

Namun, realisasi investasi masih bergantung pada proses kerja sama, kesiapan lokasi, perizinan, serta tahapan teknis pembangunan yang harus dilalui sebelum proyek berjalan penuh.

Dalam agenda yang sama, Ahmad Luthfi juga bertemu Konsul Kehormatan RI di Gdańsk, Polandia, Mirosław Wawrowski. Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan diplomasi budaya dan pariwisata antara Jawa Tengah dan Polandia.

Salah satu rencana yang dibahas adalah pengembangan Little Indonesia di Dolina Charlotty, Polandia. Kawasan tersebut telah memiliki kompleks budaya Bali dan selanjutnya direncanakan dikembangkan dengan kompleks budaya Jawa.

“Itu menjadi bagian promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Polandia. Kompleks Bali sudah selesai dibuat dan rencana akan membangun kompleks Jawa. Untuk detailnya nanti saya akan berkunjung lagi ke Jawa Tengah,” ujar Wawrowski.

Rangkaian pertemuan tersebut memperlihatkan dua jalur kerja sama yang berbeda: investasi energi dari Dubai dan diplomasi budaya dengan Polandia. Keduanya diarahkan untuk memperluas jejaring Jawa Tengah di tingkat internasional, sekaligus membawa peluang ekonomi dan promosi daerah ke ruang yang lebih luas.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru