Di Hari Jadi Jateng, Suara Antea Menghidupkan Kembali Jejak WR Soepratman

- Reporter

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOYOLALI – Alunan biola dan suara merdu Antea Putri Turki (17) seketika mengubah suasana peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu pagi, 19 Agustus 2026. Bukan sekadar bernyanyi, cicit keponakan WR Soepratman itu membawa kembali karya-karya sang komponis yang sempat lama tenggelam dalam lembaran sejarah.

Di hadapan peserta upacara, Antea membawakan sejumlah karya WR Soepratman, termasuk Indonesia Hai Iboekoe, Indonesia Tjantik, Matahari Terbit, hingga Indonesia Raya 3 Stanza.

Penampilannya terasa istimewa karena dua karya, Indonesia Hai Iboekoe dan Indonesia Tjantik, selama puluhan tahun lebih hanya dikenal melalui liriknya. Melodi kedua lagu tersebut kemudian diciptakan kembali oleh Antea sehingga dapat kembali diperdengarkan setelah hampir satu abad.

Sebelum memasuki karya-karya WR Soepratman, Antea membuka penampilannya dengan dua lagu wajib nasional, Dari Barat Sampai ke Timur dan Di Timur Matahari.

Perhatian peserta upacara semakin tertuju ketika Antea mengambil biolanya dan membawakan Indonesia Raya 3 Stanza. Ia menggunakan lirik, notasi, dan partitur perdana karya asli WR Soepratman.

Baca Juga :  Connect Souq Tertarik Jawa Tengah, Siap Angkat Kopi dan Rempah ke Pasar Global

“Sangat luar biasa bisa menyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza di panggung Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah. Ini yang saya mainkan itu notasi dan partitur dari 1927. WR Soepratman menyanyikan dan memainkan biolanya di Kongres Pemuda 1928,” kata Antea seusai tampil.

Bagi gadis 17 tahun itu, menyanyikan karya WR Soepratman bukan sekadar tampil di atas panggung. Ada tanggung jawab untuk menjaga agar karya sang pencipta Indonesia Raya tetap dikenal dan didengar generasi berikutnya.

Antea berharap semakin banyak anak muda yang berani mengenal, membawakan, sekaligus melestarikan karya-karya WR Soepratman. Terlebih, masih ada karya yang ditemukan kembali dan belum banyak dikenal masyarakat.

“Untuk anak-anak muda, selalu berkarya dan melestarikan kembali untuk Indonesia tetap merdeka,” ujarnya, didampingi ibunya, Endang Wahyuningsih.

Semangat itu bukan pertama kali diwujudkan Antea. Dua hari sebelumnya, ia juga membawakan karya WR Soepratman dalam Pesta Rakyat Kemerdekaan RI di Jakarta, 17 Agustus 2026.

Antea merupakan cicit dari Ngadini Soepratini, kakak kandung WR Soepratman. Ia juga dipercaya sebagai Duta Lagu Indonesia Raya 3 Stanza dari Yayasan Wage Rudolf Soepratman-Meester Cornelis Jatinegara.

Baca Juga :  Pemprov Jateng All Out Dukung Koperasi Desa Merah Putih untuk Bangkitkan Ekonomi Desa

Kehadiran Antea dalam peringatan Hari Jadi Jawa Tengah memiliki makna tersendiri. Ia diundang sebagai bentuk penghormatan kepada WR Soepratman, tokoh nasional yang memiliki akar sejarah dari Purworejo, Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, terkesan dengan penampilan Antea. Menurutnya, suara Antea mampu membangkitkan kembali ingatan tentang sosok WR Soepratman.

“Bagus sekali, dia nanti akan menggelar konser sendiri. Suaranya bagus sekali. Saya masih terngiang-ngiang dan terkenang dengan sosok WR Soepratman,” ujar Luthfi.

Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah pun tidak berhenti sebagai seremoni. Di tengah derap upacara dan perayaan, suara seorang gadis 17 tahun menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini.

Dari Boyolali, lagu-lagu WR Soepratman kembali menemukan ruang untuk didengar. Melalui suara Antea, pesan itu terasa sederhana: kemerdekaan tidak hanya diwariskan melalui sejarah, tetapi juga melalui karya yang terus dijaga dan dinyanyikan oleh generasi berikutnya.***

Berita Terkait

Final MTQ Nasional XXXI Berlangsung Khidmat, Ribuan Warga Bertahan hingga Usai
Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah
Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026
Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah
Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng
Jokowi dan Sejumlah Tokoh Solo Terima Anugerah BAMAGNAS 2026
Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan
Cegah Jerat Judol dan Pinjol Ilegal, Ning Nawal Ajak Kader PKK Jadi Agen Literasi Keuangan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:01 WIB

Final MTQ Nasional XXXI Berlangsung Khidmat, Ribuan Warga Bertahan hingga Usai

Sabtu, 19 September 2026 - 09:11 WIB

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah

Jumat, 18 September 2026 - 18:14 WIB

Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:17 WIB

Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng

Jumat, 18 September 2026 - 08:16 WIB

Jokowi dan Sejumlah Tokoh Solo Terima Anugerah BAMAGNAS 2026

Berita Terbaru