Ancaman Siber Mengintai, Sekda Jateng Minta Pengamanan Data Pemerintah Diperketat

- Reporter

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ancaman serangan siber menjadi tantangan yang harus diantisipasi di tengah percepatan transformasi digital pemerintahan.

Karena itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, meminta pengamanan data pemerintah terus diperkuat agar informasi strategis tidak mudah diintervensi, dirusak, maupun dibobol pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pesan itu disampaikan Sumarno saat membuka Rapat Koordinasi Implementasi Pemerintah Digital Jawa Tengah di Gedung Gradika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 21 Juli 2026.

Ia hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Menurut Sumarno, transformasi digital merupakan keniscayaan dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Melalui digitalisasi, pemerintah dapat menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, akurat, tepat, transparan, sekaligus efisien bagi masyarakat.

“Sebagai penyelenggara pemerintahan, kita punya tanggung jawab memberikan pelayanan yang lebih cepat, lebih akurat, lebih tepat, dan lebih transparan,” kata Sumarno.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, lanjut Sekda, digitalisasi juga memperkuat tata kelola pemerintahan. Mulai dari pengelolaan keuangan, aset, hingga sumber daya lainnya. Dengan sistem digital, setiap proses dan transaksi terdokumentasi secara lebih baik sehingga lebih mudah diawasi dan dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Dihadang Mahasiswa UNS, Wagub Jateng Taj Yasin Pilih Dialog Terbuka

Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, Sumarno mengingatkan adanya ancaman baru yang tidak boleh diabaikan. Yakni serangan terhadap sistem dan data elektronik pemerintah.

“Data ini sangat berharga. Apalagi kita sebagai penyelenggara pemerintahan, tentu data ini sangat penting. Jangan sampai data yang dikelola secara elektronik dirusak oleh orang lain, diintervensi, atau dibobol,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berbeda dengan sistem manual yang relatif mudah mendeteksi adanya penyalahgunaan, ancaman terhadap sistem digital sering kali tidak terlihat. Karena itu, penguatan keamanan siber harus menjadi perhatian utama dalam implementasi pemerintahan digital.

“Cyber security ini menjadi sesuatu yang sangat penting yang harus diperhatikan. Patroli dan pengamanan sistem harus selalu dilakukan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, mengatakan, rapat koordinasi tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Baca Juga :  Sekda Jateng Dorong Pengadaan Berkualitas, LKPP Diminta Sempurnakan Sistem Tender

Ia menjelaskan, hasil evaluasi SPBE tahun 2025 menunjukkan sejumlah daerah di Jawa Tengah telah meraih predikat memuaskan, di antaranya Kabupaten Banyumas, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Sragen, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Kudus, dan Rembang. Meski demikian, masih terdapat daerah yang perlu didorong agar mampu meningkatkan kualitas tata kelola digitalnya.

“Jenengan punya beban moral untuk mengangkat yang kuning ke hijau muda. Ini cara provinsi memprovokasi lintas kabupaten/kota,” ujar Lilik.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemprov Jawa Tengah juga mendorong lahirnya komitmen bersama antarpemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam implementasi pemerintahan digital.

Semangat yang dibangun adalah kolaborasi, sehingga daerah yang telah memiliki capaian baik dapat berbagi pengalaman dan praktik terbaik kepada daerah lain. Dengan demikian, kualitas layanan publik berbasis digital di Jawa Tengah diharapkan semakin merata, aman, transparan, dan akuntabel.***

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru