Jateng Raih Penghargaan KPK, Capaian ASN Berintegritas Tertinggi Nasional

- Reporter

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin duet gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen, meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah mencatat capaian tertinggi dalam pelaksanaan piloting Program E-Learning Aparatur Sipil Negara (ASN) Berintegritas.

Dari target 2.500 peserta yang ditetapkan KPK, Pemprov Jateng berhasil menuntaskan 7.245 ASN atau mencapai 289,8 persen dari target. Hampir tiga kali lipat dari yang ditargetkan KPK.

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua KPK, Setyo Budiyanto, kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam peluncuran Nasional Program E-Learning ASN Berintegritas di Auditorium Prof Dr Agus Dwiyanto, Kantor Lembaga Administrasi Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).

Ahmad Luthfi mengatakan, program tersebut menjadi instrumen penting dalam membangun budaya integritas di lingkungan aparatur pemerintah. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“E-learning ini memberikan edukasi kepada ASN tentang pentingnya integritas, khususnya dalam upaya pencegahan korupsi. Integritas adalah marwah sebuah institusi,” kata Luthfi usai menerima penghargaan.

Karena itu, lanjutnya, program pencegahan yang dilakukan KPK ini sangat baik untuk membangun kesadaran ASN, agar tidak melanggar hukum maupun menyalahgunakan kewenangan. Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sekitar 47 ribu ASN yang harus dibekali pemahaman mengenai integritas dan pencegahan korupsi.

Baca Juga :  Kebijakan WFH ASN Jateng Masih Digodok, Regulasi Tunggu Pusat

Melalui program tersebut, ASN diharapkan semakin memahami nilai-nilai etika, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme ASN di lingkungan Pemprov Jateng untuk mengikuti pembelajaran integritas.

“Target dari KPK sebanyak 2.500 ASN, tetapi yang berhasil menyelesaikan program mencapai 7.245 ASN atau sekitar 289 persen dari target. Setelah ini kami akan membuka batch berikutnya dengan kapasitas 3.000 ASN per angkatan untuk menuntaskan seluruh ASN Pemprov Jateng,” ujarnya.

Meski mencatat capaian tinggi, pelaksanaan program tidak lepas dari sejumlah kendala teknis. Pada tahap awal, Pemprov Jateng menargetkan 10 ribu ASN mengikuti program tersebut.

Namun, proses migrasi materi pembelajaran dan tingginya jumlah peserta yang mengakses sistem secara bersamaan sempat memengaruhi performa server, mulai dari lambatnya proses login hingga kendala akses materi. Sebagai tindak lanjut, BPSDMD bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Digital Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan.

Baca Juga :  Event Lari di Jateng Kian Marak, Kesadaran Hidup Sehat dan UMKM Sama-sama Tumbuh

Upaya tersebut meliputi penguatan infrastruktur server, migrasi ke Virtual Private Server (VPS), optimalisasi konten pembelajaran agar lebih ringan, serta pengaturan jumlah peserta pada setiap angkatan secara lebih proporsional.

Uswatun optimistis seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jateng dapat menyelesaikan program tersebut dalam waktu enam bulan ke depan. Bahkan, setelah target ASN provinsi terpenuhi, program serupa berpeluang diperluas untuk menjangkau ASN kabupaten dan kota.

Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengapresiasi seluruh kementerian dan pemerintah daerah yang terlibat dalam piloting Program E-Learning ASN Berintegritas.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat budaya integritas di kalangan aparatur negara.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk kepentingan KPK, tetapi untuk seluruh ASN Indonesia. Dari sekitar 6,7 juta ASN, saat ini baru 55 ribu yang terjangkau. Karena itu, program ini kami dorong menjadi gerakan nasional pembelajaran integritas,” katanya.

Sebagai informasi, piloting Program E-Learning ASN Berintegritas dilaksanakan di 12 kementerian dan pemerintah daerah dengan total peserta mencapai 55.493 ASN. Setelah resmi diluncurkan secara nasional, program tersebut akan diperluas pada tahap berikutnya ke sejumlah instansi pemerintah lainnya di Indonesia.***

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru