Pemprov Jateng Kawal Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Pati dan Pemulihan Korban

- Reporter

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengawal tuntas kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum pengasuh pondok pesantren berinisial AS di Kabupaten Pati.

Selain memastikan proses hukum berjalan, Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, menekankan masa depan dan keberlanjutan pendidikan para korban menjadi prioritas utama.

Kasus yang diperkirakan memakan korban hingga 50 orang ini sempat memicu reaksi keras masyarakat setelah sempat terkatung-katung sejak 2024. Gus Yasin yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi itu, mengapresiasi keberanian para korban dan pendamping dari elemen masyarakat serta organisasi seperti NU yang telah bergerak bersama mengungkap fakta ini ke publik.

“Kami apresiasi kepada masyarakat yang gerak bersama-sama mengajak korban untuk berani berbicara,” kata Gus Yasin seusai membuka acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jawa Tengah di The SURI Ballroom Queencity Kota Semarang, Kamis, 7 Mei 2026.

Baca Juga :  Nawal Yasin Dorong Duta Genre Jadi Penggerak Pencegahan Stunting dan Pernikahan Anak

Ia menjelaskan Pemprov Jateng saat ini mengoptimalkan program Kecamatan Berdaya sebagai garda terdepan perlindungan warga rentan. Program ini fokus pada pendampingan hukum bagi anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Kami sudah bekerja sama dengan NU dan Muhammadiyah melalui Fatayat, Muslimat, maupun Aisyiyah untuk melatih paralegal di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.

Tak hanya di pesantren, langkah preventif ini juga menyasar sekolah-sekolah umum. Melalui skema deteksi dini kesehatan, Pemprov Jateng melakukan screening untuk mengungkap adanya potensi kekerasan seksual maupun perundungan di lingkungan pendidikan.

Merespons latar belakang mayoritas korban yang berasal dari keluarga tidak mampu dan yatim, Wagub memberikan jaminan penuh terhadap akses pendidikan mereka. Ia tidak ingin trauma masa lalu menghalangi cita-cita para penyintas.

“Insyaallah, kami berkomitmen bahwa masyarakat yang tidak mampu akan kita beri biaya sekolah dengan gratis semuanya,” jelas Wagub.

Terkait pengawasan di lingkungan pesantren, Pemprov Jateng berkolaborasi masif dengan Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) melalui program Tilik Pesantren. Program ini rutin mengedukasi para pengasuh pondok pesantren mengenai penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Supeltas hingga Takmir Masjid Terima Bantuan Beras dari Gubernur Jateng

“Besok tanggal 10 Mei, melalui RMI Putri, kami kembali melakukan kolaborasi di Banjarnegara untuk menyisir pesantren-pesantren di wilayah Jawa Tengah bagian barat,” tambahnya.

Secara regulasi, Gus Yasin menyebut Jawa Tengah telah memiliki Perda Ketahanan Keluarga. Regulasi ini akan dievaluasi dan diperkuat untuk menjadi payung hukum perlindungan dari kekerasan di lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan.

Sebagaimana diketahui, kepolisian telah menetapkan AS sebagai tersangka. Meski pengusutan sempat terkendala oleh pencabutan keterangan beberapa saksi sejak 2024, kehadiran ratusan warga di kediaman tersangka pada Sabtu (2/5) lalu menjadi sinyal kuat dukungan publik terhadap penegakan hukum.

“Kami berharap bukan hanya kita kawal kasusnya, yang lebih penting adalah masyarakat yang menjadi korban, karena mereka masih anak-anak, masih usia sekolah, kita harus memastikan mereka masih berani untuk sekolah, ini yang paling penting karena masa depan mereka masih panjang,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Hadiri Rakornas Kadin, Menko Polkam Ajak Dunia Usaha Perkuat Sinergi Ekonomi, Politik dan Keamanan
Hansip Reborn! 243 Ribu Satlinmas Jateng Siaga Bencana dan Lawan Hoaks
Ahmad Luthfi Ungkap Fokus Perubahan APBD 2026: Genjot Pembangunan dan Kesejahteraan Warga
Pasca Pembukaan MTQ, Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang Gerak Cepat Bersihkan Sampah
Pemprov Jateng Perkuat PAUD Lewat Modul PAUD EMAS dan Pendampingan Psikolog
Nawal Yasin Dorong Duta Genre Jadi Penggerak Pencegahan Stunting dan Pernikahan Anak
Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS
Suami Tersangka Penipu Pensiunan Menghilang? Kerajaan Bisnis Nurma Disita Untuk Ganti Rugi Korban

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:11 WIB

Hadiri Rakornas Kadin, Menko Polkam Ajak Dunia Usaha Perkuat Sinergi Ekonomi, Politik dan Keamanan

Rabu, 30 September 2026 - 16:14 WIB

Hansip Reborn! 243 Ribu Satlinmas Jateng Siaga Bencana dan Lawan Hoaks

Selasa, 29 September 2026 - 18:52 WIB

Ahmad Luthfi Ungkap Fokus Perubahan APBD 2026: Genjot Pembangunan dan Kesejahteraan Warga

Senin, 14 September 2026 - 06:26 WIB

Pasca Pembukaan MTQ, Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang Gerak Cepat Bersihkan Sampah

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Pemprov Jateng Perkuat PAUD Lewat Modul PAUD EMAS dan Pendampingan Psikolog

Berita Terbaru