Halalbihalal Jateng Pererat Kebersamaan, Gubernur Libatkan Disabilitas dan Kepala Daerah

- Reporter

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Suasana hangat dan inklusif mewarnai halalbihalal yang digelar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, di Kantor Gubernur, Rabu (25/3/2026). Tak hanya dihadiri jajaran pejabat dan kepala daerah, kegiatan ini juga dihadiri kelompok disabilitas hingga anak panti, memperkuat pesan kebersamaan pascalebaran.

Kegiatan halalbihalal tersebut digelar usai apel pagi pada hari pertama kerja setelah libur Idulfitri. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga direktur utama BUMD Jawa Tengah turut hadir dalam agenda tahunan tersebut. Selain itu, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Jawa Tengah hadir bersilaturahmi langsung dengan pimpinan provinsi.

Menurut Ahmad Luthfi, halalbihalal ini bukan sekadar tradisi, melainkan momentum strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi lintas wilayah. Tujuannya, pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

“Kita lakukan halalbihalal, bukan open house, untuk menyamakan persepsi, bersilaturahmi, dan membangun semangat meningkatkan pelayanan di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.

Yang menarik, kegiatan ini juga melibatkan kelompok disabilitas serta anak yatim dan penghuni panti asuhan. Kehadiran mereka menambah nuansa inklusif dalam perayaan Idulfitri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Jateng Bangun Sistem Perlindungan Terpadu untuk Pekerja Informal

Ketua Himpunan Masyarakat Inklusif Kota Semarang, Yayuk, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada penyandang disabilitas untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut, partisipasi disabilitas tahun ini semakin luas seiring bertambahnya organisasi yang terbentuk.

“Komunitas kami saat ini mewadahi 31 organisasi disabilitas di Kota Semarang. Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan,” katanya.

Yayuk berharap ke depan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya semakin terbuka sehingga dapat mendorong kemandirian.

“Semakin hari inklusivitas di Jawa Tengah semakin baik. Semoga lebih banyak ruang berkarya bagi kami,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Yuliani, perwakilan dari Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso Salatiga. Ia mengaku bahagia karena mendapat kesempatan langka untuk merayakan halalbihalal langsung di Kantor Gubernur.

“Ini pertama kali kami ikut halalbihalal di sini. Senang sekali, apalagi sebelumnya Pak Gubernur memang mengundang kami. Semoga Jawa Tengah semakin maju,” ujarnya.

Momentum halalbihalal ini pun menjadi simbol kebersamaan lintas elemen di Jawa Tengah, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga kelompok rentan, dalam semangat membangun daerah yang lebih inklusif dan berdaya.

Sejumlah kepala daerah menilai, pertemuan ini penting untuk menyelaraskan langkah menghadapi berbagai agenda strategis ke depan, mulai dari ketahanan pangan hingga pembangunan infrastruktur.

Baca Juga :  Wagub Jateng: Evakuasi dan Perbaikan Tanggul Jadi Fokus Penanganan Banjir Pekalongan

Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan, halalbihalal kali ini memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan.

“Ini tidak hanya forum silaturahmi, tapi juga forum koordinasi setelah Lebaran. Kami juga berkoordinasi dengan Pak Gubernur terkait berbagai hal, seperti ketahanan pangan dan infrastruktur,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi juga akan terus dilakukan, termasuk membahas dinamika arus mudik dan balik di wilayah Kabupaten Pati, yang setiap tahun menjadi salah satu titik pergerakan pemudik.

Hal senada disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Menurutnya, hari pertama masuk kerja usai cuti Lebaran menjadi momen penting untuk membangun kembali semangat pelayanan.

“Ini momentum untuk saling memaafkan dan mengikhlaskan. Kita bersama Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota berkumpul dengan Pak Gubernur untuk memperkuat kebersamaan,” katanya.

Dyah juga mengaku telah langsung menggelar apel pagi di daerahnya, sekaligus menyampaikan arahan kepada aparatur sipil negara (ASN) agar kembali fokus bekerja melayani masyarakat.

“Saya pun juga memberikan arahan kepada seluruh ASN yang ada di Kabupaten Kendal sama seperti apa yang di apa sampaikan oleh Pak Gub,” jelasnya.*

Berita Terkait

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah
Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026
Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah
Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng
Jokowi dan Sejumlah Tokoh Solo Terima Anugerah BAMAGNAS 2026
Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan
Cegah Jerat Judol dan Pinjol Ilegal, Ning Nawal Ajak Kader PKK Jadi Agen Literasi Keuangan
Ahmad Luthfi: JTAB Bikin Petani Jateng Digaji Panen Dibeli

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:11 WIB

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah

Jumat, 18 September 2026 - 18:14 WIB

Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:24 WIB

Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 15:17 WIB

Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng

Jumat, 18 September 2026 - 07:44 WIB

Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan

Berita Terbaru