Smart Microgrid Tenaga Surya 5 MW Siap Dukung Pasokan Listrik dan Air Bersih Karimunjawa

- Reporter

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan pengembangan energi bersih di Kepulauan Karimunjawa melalui teknologi smart microgrid berbasis tenaga surya berkapasitas sekitar 5 megawatt (MW). Sistem tersebut diproyeksikan memperkuat pasokan listrik sekaligus mendukung penyediaan air bersih dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan yang kerap dijuluki “Maldives-nya Indonesia”.

Pengembangan teknologi Smart Microgrid Solution tersebut mengandalkan panel surya (photovoltaic/PV) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS). Sistem ini dirancang untuk menyediakan listrik yang stabil sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga diesel di wilayah kepulauan.

Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni, mengatakan, Karimunjawa memiliki potensi wisata kelas dunia, namun masih membutuhkan dukungan layanan dasar yang memadai.

“Karimunjawa ini daerah yang sangat bagus, bahkan tadi Pak Gubernur menyebutnya sebagai Maldives-nya Indonesia. Tapi potensi itu belum terekspos dengan baik karena masih membutuhkan dukungan layanan dasar, seperti listrik yang andal dan air bersih,” ujar Tri Mumpuni usai audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga :  Persiapan Kian Matang, Jawa Tengah Siap Sambut Peserta MTQ Nasional ke-31, 6.180 Personil Dikerahkan, Ini Daftar Agendanya!

Ia menjelaskan, teknologi smart microgrid tersebut ditawarkan melalui skema hibah dari perusahaan energi asal Nanjing, China. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu memastikan pasokan listrik yang stabil sekaligus mendukung kebutuhan wisatawan dan masyarakat setempat.

Menurut Tri, ketersediaan energi dan air bersih menjadi faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan wisatawan.

“Orang datang jauh-jauh dari mancanegara untuk menikmati keindahan alam Karimunjawa. Tapi kalau kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih tidak terpenuhi, misalnya mati lampu, tentu mereka merasa tidak nyaman,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas layanan wisata, pengembangan energi bersih tersebut juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi daerah. Energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pengolahan air bersih melalui teknologi filtrasi atau desalinasi, penyediaan cold storage bagi nelayan, hingga mendukung konsep green tourism.

“Kalau pasokan energi terjamin dan air bersih tersedia, maka Karimunjawa bisa berkembang sebagai destinasi wisata yang dikenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, persoalan air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pesisir, termasuk akibat penurunan muka tanah dan penggunaan air tanah yang berlebihan.

Baca Juga :  Libatkan OPD hingga Aparat, Gerakan Bersih Sampah Jateng Diperluas

“Kalau kita berpikir air baku tanah bersih itu memang komplikasi. Di tempat kita penurunan muka tanah yang luar biasa karena rob dan penggunaan air tanah,” kata Luthfi.

Pemerintah provinsi, lanjutnya, terus mendorong penguatan penyediaan air bersih melalui berbagai langkah, antara lain pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) serta penerapan teknologi pengolahan air, termasuk desalinasi.

“Kami juga merevisi perda terkait pengambilan air tanah. Evaluasi yang sebelumnya dilakukan setiap satu tahun kini dipercepat menjadi tiga bulan, sekaligus mendorong pengembangan SPAM dan teknologi desalinasi,” ujarnya.

Luthfi menilai teknologi penyediaan energi dan air bersih akan sangat membantu pengembangan kawasan wisata di Karimunjawa.

“Karimunjawa itu ada area yang terumbu karangnya masih bagus sekali, tapi kendalanya air. Bahkan untuk mandi di beberapa pulau masih sulit. Kalau teknologi ini bisa dibawa ke sana tentu akan sangat membantu,” katanya.*

Berita Terkait

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Berita Terbaru