Kirab Dugderan Semarakkan Ramadan di MAJT, Sekda Tekankan Kebersamaan

- Reporter

Selasa, 17 Februari 2026 - 06:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Dentuman bedug dan gelegar meriam Kolontoko kembali menandai hadirnya Ramadan di Kota Semarang. Pada akhir Sya’ban 1447 Hijriah, tradisi menyongsong bulan suci ini kembali digelar meriah melalui Kirab Dugderan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada Senin, 16 Februari 2026.

Tradisi yang telah ada sejak 1881 ini kembali menghadirkan nuansa khas budaya Semarang. Dalam kirab dugderan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, berperan sebagai Kanjeng Adipati Raden Mas Tumenggung Prawirapradja. Sementara Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, tampil sebagai Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum.

Sesaat sebelum bedug ditabuh, Suhuf Halaqah dibacakan oleh Sumarno setelah diterima secara simbolis dari Wali Kota Semarang. Bedug Ijo Mangunsari sepanjang 3,1 meter dengan diameter 2,2 meter pun ditabuh, diiringi bunyi meriam Kolontoko yang memecah langit Semarang.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Terapkan SOTK Baru Demi Birokrasi Lebih Efektif

Tak ayal, tradisi Dugderan ini menyedot perhatian masyarakat. Sepanjang perjalanan kirab, banyak warga antusias menyaksikan acara tersebut.

Sumarno menegaskan, Dugderan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan tradisi sarat makna spiritual dan sosial.

“Ini adalah tradisi yang mempunyai nilai yang perlu kita lestarikan. Dugderan menjadi bagian dari kesiapan kita menghadapi bulan Ramadan. Harapannya, kita semua bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan sebaik-baiknya, meningkatkan ketakwaan kepada Allah,” ujarnya disela acara.

Ia juga menyampaikan harapan agar Ramadan membawa keberkahan bagi Jawa Tengah.

“Kami berharap Jawa Tengah terhindar dari bencana dan kesejahteraan masyarakat semakin baik,” tambahnya.

Sementara itu, Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut Dugderan tahun ini terasa lebih semarak. Ia menekankan filosofi unik yang selalu menjadi daya tarik tradisi tersebut.

Baca Juga :  Jateng Kembangkan Aglomerasi Wisata BOKOR, Rawapening Run Heritage Jadi Pintu Masuk

“Yang unik hari ini, semua warak wajib ngendok. Kalau warak tidak ngendok nanti bisa congkrah, bisa bertengkar, tidak ada rezeki yang dibagi,” tuturnya.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan tradisi. “Saya senang tadi anak-anak kecil mulai ikut menari. Ini menjadi transfer pengetahuan dan tradisi. Mereka adalah generasi penerus kita,” katanya.

Menariknya, Dugderan tahun ini bertepatan dengan perayaan Imlek serta masa puasa Paskah bagi umat Kristen. Momentum ini dinilai semakin memperkuat harmoni keberagaman di Semarang.

“Harmoni ini akan terjalin lebih erat. Kalau Semarang damai, wisatawan akan lebih banyak berkunjung dan investasi pun meningkat,” pungkas Agustina.*

Berita Terkait

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng
Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman
Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Berita Terbaru