Libatkan OPD hingga Aparat, Gerakan Bersih Sampah Jateng Diperluas

- Reporter

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggagas gerakan bersih-bersih sampah secara masif dan berkelanjutan. Gagasan tersebut muncul sebagai salah satu upaya dan tindak lanjut untuk menumbuhkan kembali kesadaran lingkungan dan penataan pengelolaan sampah.

Selain itu, gagasan ini sebagai langkah konkret mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) serta target Indonesia zero sampah pada 2029 sebagaimana yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Gerakan tersebut dirancang dimulai dari lingkup terkecil, kantor pemerintahan dan lingkungan sekitar, hingga meluas secara kolaboratif melibatkan instansi vertikal dan horizontal di seluruh Jawa Tengah. Inisiatif ini sekaligus menjadi upaya membangun kembali kesadaran publik terhadap persoalan sampah yang kian mendesak.

“Bapak Presiden sangat komitmen soal ini. Artinya, persoalan sampah tidak bisa ditunda, harus segera dieksekusi,” tegas Ahmad Luthfi saat memberikan arahan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurut Ahmad Luthfi, gerakan bersih sampah akan dijalankan dengan dua pendekatan. Pertama, bersifat rutin, seperti kegiatan bersih lingkungan kantor atau kawasan sekitar minimal dua hari dalam sepekan. Kedua, bersifat gradual dan kolaboratif, dengan melibatkan berbagai institusi lintas sektor untuk turun langsung membersihkan titik-titik dengan volume sampah tinggi.

Baca Juga :  Dekranasda Jateng Bidik Pasar Global, Gandeng Kemenlu Perkuat Promosi Produk Kreatif

“Kita ajak Polda, Kejaksaan, Kodam, dan seluruh instansi. Kita turun bersama mencari dan membersihkan sampah. Bisa dilakukan seminggu sekali, agar efek getarannya terasa, sekaligus mendidik masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, gerakan sosial ini harus berjalan beriringan dengan pembangunan sistem pengelolaan sampah modern. Salah satu fokus utama Pemprov Jawa Tengah adalah percepatan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu regional, terutama untuk wilayah dengan produksi sampah besar.

Sejumlah kawasan telah menyatakan kesiapan. Pekalongan Raya menyiapkan lokasi di Kabupaten Pekalongan, disusul wilayah Tegal Raya yang mencakup Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes. Solo Raya masih dalam tahap pencarian lokasi, sementara Semarang Raya telah memulai pembahasan serius terkait pengolahan sampah regional.

Tempat pengolahan sampah terpadu regional tersebut ditargetkan mampu mengelola lebih dari 1.000 ton sampah per hari. Sementara bagi daerah dengan kapasitas lebih kecil, akan digunakan skema Refuse Derived Fuel (RDF) yang hanya membutuhkan 100–200 ton per hari.

Baca Juga :  BBWS Diminta Gerak Cepat, Tanggul Tuntang Retak Dekat Lokasi Jebol

“Ini harus cepat, karena persoalan sampah sudah masuk kategori proyek vital nasional,” kata Ahmad Luthfi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Widi Hartanto, menambahkan, gerakan bersih sampah yang digagas Gubernur saat ini sedang dimatangkan secara teknis. Menurutnya, langkah ini menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah di daerah.

“Gerakan ini merupakan implementasi langsung dari Gerakan Indonesia ASRI. Koordinasi dengan kabupaten/kota terus kami lakukan, terutama terkait infrastruktur pengolahan sampah. Ini momentum akselerasi,” ujar Widi.

Menurutnya, hal ini menjadi momentum untuk akselerasi pengelolaan sampah. Dengan pendekatan sosial yang masif dan pembangunan infrastruktur yang terukur, Jawa Tengah menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang siap menjadi garda depan pelaksanaan agenda nasional zero sampah, sekaligus contoh kolaborasi pusat dan daerah dalam menjawab tantangan lingkungan jangka panjang.***

Berita Terkait

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah
Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026
Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah
Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng
Jokowi dan Sejumlah Tokoh Solo Terima Anugerah BAMAGNAS 2026
Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan
Cegah Jerat Judol dan Pinjol Ilegal, Ning Nawal Ajak Kader PKK Jadi Agen Literasi Keuangan
Ahmad Luthfi: JTAB Bikin Petani Jateng Digaji Panen Dibeli

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:11 WIB

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah

Jumat, 18 September 2026 - 18:14 WIB

Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:24 WIB

Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 15:17 WIB

Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng

Jumat, 18 September 2026 - 07:44 WIB

Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan

Berita Terbaru