Wujudkan Ketahanan Pangan, Wagub Taj Yasin Dorong Lahan Tidur Bisa Digarap

- Reporter

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menyampaikan butuh strategi baru dan inovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan wilayah. Apalagi provinsi yang dipimpinnya menjadi wilayah penumpu pangan nasional.

Salah satu caranya dengan mendata lahan-lahan tidur. Lahan yang tidak tergarap itu harus dikembangkan menjadi tanah yang kembali produktif.

Hal itu dikatakan Gus Yasin, saat menghadiri “Indonesia Punya Kamu Garuda TV”, di Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa, 2 Desember 2025.

“Di Jawa Tengah ada lahan-lahan sawah yang sudah beberapa tahun tidak bisa dikembangkan atau tidak bisa digarap,” katanya.

Baca Juga :  Pertemuan Luthfi–Dubes Kanada Buka Peluang Investasi Pertanian dan Teknologi Medis

Berkaca dari kasus tersebut, Taj Yasin ingin menormalisasi kembali lahan-lahan tidur. Bila ada masalah kekeringan lahan, perlu mengairinya dengan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

“Nah, ini yang kita inovasikan,” katanya.

Dari sisi dukungan program, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam kebijakannya menganggarkan perbaikan atau pembangunan irigasi. Tujuannya supaya sawah yang selama ini belum mendapatkan pasokan air yang baik bisa teraliri.
Salah satu tantangan dan upaya lain, kata Taj Yasin, anak-anak muda juga harus mau memiliki profesi di dunia pertanian.

Dikataka, dalam mempertahankan negeri, harus mempertahankan ketahanan pangan.

Baca Juga :  PGN SOR III Area Kalimantan Tingkatkan Kesadaran Keamanan Menggunakan Gas Bumi bagi Masyarakat Tarakan

“Kepada seluruh elemen yang ada di Jawa Tengah termasuk kampus, kami juga arahkan bagaimana mengungkit anak-anak itu mau bertani lagi. Memanfaatkan lahan persawahan dan juga pekarangan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengatakan, di Indonesia, ada lebih dari 6 juta hektar lahan rawa yang sudah memiliki stok air.

Sebagai inovasi mewujudkan ketahanan pangan, dilakukan program untuk cetak sawah di lahan-lahan rawa. Caranya mengonversi lahan-lahan rawa itu menjadi produksi pertanian.

“Bahwa cetak sawah (juga) perlu waktu. Karena di rawa, airnya bersifat asam. Jadi harus dinetralisir dulu,” katanya.*

Berita Terkait

Atasi Ancaman Banjir dan Kekeringan, Taj Yasin Siapkan Konservasi Gunung Muria
Taj Yasin Tak Mau Proyek Molor, Talud Akses Wisata Sunan Muria Dikebut
Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng
Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman
Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:09 WIB

Atasi Ancaman Banjir dan Kekeringan, Taj Yasin Siapkan Konservasi Gunung Muria

Rabu, 4 November 2026 - 17:41 WIB

Taj Yasin Tak Mau Proyek Molor, Talud Akses Wisata Sunan Muria Dikebut

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Berita Terbaru