Sektor Kopi, Gula, dan Peternakan Jadi Primadona Transaksi Antarprovinsi Jateng–Jatim

- Reporter

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan kolaborasi usaha antarprovinsi melalui Misi Dagang dan Investasi Jawa Tengah–Jawa Timur, yang digelar di PO Hotel Semarang, Kamis 29 Januari 2026.

Kegiatan misi dagang ini membidik potensi transaksi hingga Rp 867,289 miliar per tahun. Melibatkan 218 pelaku usaha dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Berdasarkan hasil temu bisnis, total nilai transaksi diproyeksikan mencapai Rp4,339 triliun dalam lima tahun ke depan.

Forum Temu Bisnis Pelaku Usaha Antarprovinsi tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Hadir pula jajaran OPD, perbankan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta asosiasi pengusaha dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Yasin menyebut, misi dagang ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha, khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk memperluas pasar dan memperkuat jejaring usaha lintas daerah.

“Melalui misi dagang ini, kami berharap potensi unggulan Jawa Timur dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan di Jawa Tengah sesuai kebutuhan daerah. Begitu pula produk unggulan Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi referensi dan role model pengembangan di Jawa Timur,”ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif agar peluang kerja sama yang terbangun dapat berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

“Kami berharap hingga penutupan acara dapat tercapai transaksi yang signifikan dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur,” tambahnya.

Baca Juga :  Luhut Puji Model Kolaborasi Pembangunan ala Ahmad Luthfi

Dalam misi dagang ini, kontribusi IKM binaan Jawa Tengah diperkirakan mencapai Rp455,69 miliar per tahun atau setara 52,47 persen dari total transaksi, dengan proyeksi Rp2,28 triliun dalam lima tahun.

Taj Yasin juga mencatat sejumlah perusahaan telah membukukan transaksi di sektor strategis dengan nilai signifikan.

“Kami melihat transaksi di sektor kopi, gula, dan komoditas lainnya dengan nilai tahunan bahkan di atas Rp100 miliar. Ini menunjukkan besarnya potensi yang perlu terus difasilitasi. Pemerintah memiliki peran penting untuk memastikan potensi tersebut berkembang secara optimal,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, misi dagang dan investasi ke Jawa Tengah ini menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat sinergi ekonomi antardaerah.

“Ini pertama kalinya kami melakukan misi dagang dan investasi ke Jawa Tengah. Hingga pukul 13.00 WIB, nilai transaksi yang terbangun tercatat mencapai Rp2,9 triliun,” kata Khofifah saat doorstop.

Ia merinci, dari total transaksi tersebut, Jawa Timur menjual sebesar Rp2,658 triliun, membeli dari Jawa Tengah senilai Rp184 miliar. Selain itu, terdapat investasi Jawa Timur sebesar Rp96 miliar di Jawa Tengah.

“Investasi ini salah satunya untuk mendukung program nasional, karena di Jawa Timur lahan sawah yang dilindungi sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan sudah terbatas. Maka Jawa Timur melakukan investasi di Jawa Tengah,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Hanya Jalur Mudik, Jalan ke Objek Wisata di Jateng Ikut Dibenahi

Khofifah menyebut transaksi yang terbangun mencakup komoditas kayu, telur, ikan, cengkeh, dan tembakau. Sementara Jawa Timur menjual beras, kopi, daging ayam, hingga fillet dori.

“Yang cukup signifikan, transaksi di sektor peternakan mencapai Rp1,1 triliun, dan di sektor perikanan Rp378 miliar. Ini menjadi starting point yang sangat baik bagi kerja sama Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurut Khofifah, kerja sama ekonomi antarkedua provinsi bersifat tanpa sekat.

“Jawa Timur dan Jawa Tengah ini borderless. Tidak ada batas untuk membangun sinergi dan kolaborasi agar kita bisa tumbuh bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” katanya.

Sejumlah transaksi tercatat dalam misi dagang ini, antara lain kerja sama penyediaan jagung lokal kuning sebanyak 1.800 ton antara PT Sidoagung Farm Magelang dan CV Ukirsari Jaya Agro Tuban, pembelian beras oleh Indomaret dan Indogrosir Jawa Tengah senilai Rp126,5 miliar, serta transaksi produk perikanan UD Dwi Manunggal Semarang senilai Rp142,8 miliar.

Transaksi bernilai besar juga terjadi di sektor industri, seperti industri hasil tembakau PT PSPM Semarang senilai Rp192 miliar, serta kerja sama komoditas gula senilai Rp105 miliar antara PT Indoacidatama Karanganyar dan PT Sinergi Gula Nusantara.

Pada kesempatan tersebut dilakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Juga penandatanganan kerja sama dan komitmen transaksi perdagangan dari delapan pelaku usaha dan organisasi, termasuk antar-OPD dan asosiasi pengusaha kedua provinsi.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru