Jawa Tengah Kian Dilirik Investor, Investasi 2025 Naik 28,88 Persen

- Reporter

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah mencatatkan kinerja investasi terbaik sepanjang sejarah. Berdasarkan rilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai Rp 88,50 triliun.

Capaian tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun. Dari sisi aktivitas usaha, total yang terealisasi mencapai 105.078 proyek dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 418.138 orang.

Hasil capaian tersebut sebagai buah dari konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menciptakan iklim investasi yang aman, mudah, dan kompetitif. Sebagaimana yang kerap disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam berbagai kesempatan.

“Kami berkomitmen menjadi manager marketing investasi yang menjamin kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha. Investor harus merasa nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Realisasi investasi 2025 menjadi bukti bahwa Jawa Tengah semakin dipercaya oleh investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Pemprov berkomitmen menjamin keamanan, kepastian hukum, dan kenyamanan berusaha di Jawa Tengah.

Menurut Gubernur, Pemprov Jateng akan terus menjadi mitra strategis bagi investor agar pertumbuhan ekonomi daerah semakin inklusif dan berkelanjutan.

Dibandingkan pada 2024, realisasi investasi Jawa Tengah melonjak signifikan. Sebagai catatan, pada 2024 investasi yang berhasil didapatkan Rp 68,67 triliun. Pada 2025 meningkat menjadi Rp 88,50 triliun atau bertambah Rp 19,83 triliun (28,88 persen).

Baca Juga :  Perkuat Gizi Sejak Dini, Charles Honoris Soroti Pentingnya MBG

Lonjakan tersebut tidak lepas dari percepatan perizinan, penguatan kawasan industri, serta stabilitas daerah. Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan investor terus menguat.

“Pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota bergerak cepat memangkas hambatan birokrasi dan memastikan proyek berjalan tepat waktu,” ujar Ahmad Luthfi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan, ada lima daerah di Jawa Tengah yang andil dalam realisasi PMA dan PMDN pada 2025.

Kelima daerah tersebut yakni, Kabupaten Kendal senilai Rp 15,86 triliun, Kota Semarang Rp 1 1,15 triliun, Kabupaten Demak Rp 9,06 triliun, Kabupaten Batang Rp 6,73 triliun. Kabupaten Semarang Rp 4,38 triliun.

Sakina menilai, pemerataan investasi di kawasan pantura dan sekitar kawasan industri strategis mulai terlihat.

“Kendal, Batang, dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri terintegrasi mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja,” katanya, Selasa, 19 Januari 2026.

Dijelaskan, berdasarkan sektor usaha, lima besar realisasi investasi Jawa Tengah 2025 didominasi industri pengolahan, yakni, industri barang dari kulit dan alas kaki senilai Rp 11,37 triliun.

Kemudian industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi Rp 9,70 triliun, industri karet dan plastik Rp 8,96 triliun. Lalu industri tekstil mencapai Rp 7,97 triliun, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 7,47 triliun.

Baca Juga :  Libur Sekolah Bikin Anak Makin Aktif, Orang Tua Perlu Bangun Rutinitas Perawatan Diri Sejak Dini

Menurut Sakina, dominasi sektor manufaktur memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai basis industri nasional.

“Ini sejalan dengan strategi kami mendorong hilirisasi dan industri padat karya. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan, dari sisi negara asal PMA, lima besar penanam modal di Jawa Tengah pada 2025 adalah Hong Kong senilai Rp 12,92 triliun, lalu Singapura Rp 11,43 triliun, Republik Rakyat Tiongkok Rp 10,13 triliun, Korea Selatan Rp 4,96 triliun, dan Samoa Barat Rp 2,96 triliun.

Sakina menambahkan, realisasi investasi sektor Usaha Kecil dan Mikro (UMK) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai Rp 22,143 triliun. Nilai tersebut terdiri atas investasi Usaha Kecil sebesar Rp 7,929 triliun dan Usaha Mikro Rp 14,214 triliun.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 12 persen dibandingkan 2024, di mana realisasi investasi UMK tercatat sebesar Rp 21,52 triliun.

Dengan perolehan capaian investasi 2025 yang tinggi tersebut, pemerintah provinsi akan terus menjaga kepercayaan investor asing dan domestik.

“Kami pastikan stabilitas daerah, kepastian regulasi, serta sinergi lintas sektor tetap terjaga. Target kami, Jawa Tengah menjadi gerbang investasi utama di Indonesia,” ungkapnya.*

Berita Terkait

Wamenko Polkam: Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Jalan Menuju Kekayaan
Pimpin Peringatan HANI 2026, Menko Polkam Tegaskan Perang Melawan Narkotika Tanggung Jawab Bersama
Menko Polkam Tiba di Doha, Bawa Belasungkawa Presiden Prabowo untuk Keluarga Sheikh Hamad
Pemerintah Pastikan Penegakan Hukum Kasus Korupsi Profesional, Transparan, dan Berkeadilan
Prabowo Puji Keberhasilan CNG Jateng, Luthfi Siapkan Implementasi Lebih Luas
Libur Sekolah Bikin Anak Makin Aktif, Orang Tua Perlu Bangun Rutinitas Perawatan Diri Sejak Dini
Menko Polkam Dorong Siswa Dikmaba dan Calon Manajer KDKMP Mengabdi Sepenuh Hati untuk Negeri
Menko Polkam: Generasi Muda Jangan Sampai Terpapar Disinformasi dan Ujaran Kebencian

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:20 WIB

Wamenko Polkam: Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Jalan Menuju Kekayaan

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:43 WIB

Pimpin Peringatan HANI 2026, Menko Polkam Tegaskan Perang Melawan Narkotika Tanggung Jawab Bersama

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:19 WIB

Menko Polkam Tiba di Doha, Bawa Belasungkawa Presiden Prabowo untuk Keluarga Sheikh Hamad

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:44 WIB

Pemerintah Pastikan Penegakan Hukum Kasus Korupsi Profesional, Transparan, dan Berkeadilan

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:43 WIB

Prabowo Puji Keberhasilan CNG Jateng, Luthfi Siapkan Implementasi Lebih Luas

Berita Terbaru