Dari Abon Pepaya ke Kopi Liberica, Produk Desa Ramaikan Hari Desa Nasional di Boyolali

- Reporter

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOYOLALI – Beragam produk unggulan desa dari berbagai daerah meramaikan Pameran Produk Unggulan Desa, dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, Rabu 14 Januari 2026. Mulai dari olahan pangan lokal seperti abon pepaya, aneka olahan sapi, hingga kopi luwak Liberica yang dikenal langka.

Sekretaris TP PKK Boyolali,
Mindaryati, menyebut puncak peringatan Hari Desa Nasional di Boyolali menjadi momentum untuk mendorong desa-desa semakin berkembang dan inovatif, sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM.

“Luar biasa sekali menyambut Hari Desa di Kabupaten Boyolali secara nasional. Kami berharap melalui puncak peringatan Hari Desa ini memberikan motivasi untuk desa-desa berkembang secara optimal, lebih inovatif lagi,” ujar Mindaryati.

Dia mengatakan, pameran tersebut menjadi ruang promosi produk UMKM sekaligus memperlihatkan hasil pembinaan yang dilakukan Tim Penggerak PKK melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Terpadu (UP2KT) dari tingkat kecamatan hingga desa.

“Kita kan sebagai pembina dari UP2K, UP2KT, usaha-usaha peningkatan kesejahteraan keluarga. Jadi kita membina di kecamatan sampai di desa,” katanya.

Menurutnya, sejumlah produk lokal Boyolali yang ditampilkan juga memanfaatkan potensi bahan baku yang selama ini melimpah namun belum dimaksimalkan. Salah satunya abon pepaya.

“Ada beberapa produk yang melimpah dan belum difungsikan dengan maksimal. Contohnya ada yang namanya abon pepaya,” ucapnya.

Baca Juga :  Buruh Apresiasi Keberanian Ahmad Luthfi Tetapkan Alfa 0,9% UMP 2026

Selain itu, Boyolali juga menampilkan berbagai produk olahan sapi yang menjadi ciri khas daerah. Seperti abon manis, abon pedas, dendeng, hingga olahan paru.

Tak hanya produk Boyolali, pameran juga diikuti pelaku UMKM dari luar Jawa Tengah. Salah satunya Fitriyati, Kepala Desa Prangat Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dia membawa produk kopi KAPAK PRABU (Kampung Kopi Luwak Desa Prangat Baru).

“Kopi kita ini kopi langka di Indonesia, cuma ada tiga titik: di Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur di Desa Prangat Baru. Jenisnya Liberica,” kata Fitriyati.

Fitriyati menyebut kopi Liberica dari desanya memiliki cita rasa khas dan diminati hingga mancanegara. Ia mengatakan, desanya pernah dikunjungi pembeli dari berbagai negara seperti Jepang, China, Italia, Spanyol, hingga Malaysia.

“Alhamdulillah peminatnya banyak sampai dari mancanegara, karena memang langka dan rasanya yang unik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kopi luwak yang diproduksi berasal dari luwak liar sehingga kualitas biji kopi dinilai lebih terjaga.

“Kopi luwak ini kita pakai kopi luwak liar, jadi luwaknya tidak diternak. Kelebihannya, kopinya sangat berkualitas karena kopi yang dimakan hanya kopi-kopi yang berkualitas,” katanya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menilai, pameran produk unggulan desa dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat perputaran ekonomi daerah, khususnya Boyolali dan wilayah sekitar.

Baca Juga :  Kemantapan Jalan Jateng Digenjot untuk Perkuat Ekonomi dan Konektivitas

“Luar biasa ini Hari Desa Nasional acaranya. Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan mengungkit daerah Kabupaten Boyolali dan sekitarnya,” ujar Taj Yasin.

Ia menambahkan, keterlibatan pelaku UMKM dan BUMDes dari berbagai daerah dalam pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas promosi produk desa sekaligus mendorong pelaku usaha naik kelas melalui penguatan kelembagaan ekonomi di desa.

Sementara itu, Dirjen Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes, Tabrani, menyampaikan pameran produk unggulan desa di Boyolali diikuti lebih dari 90 pelaku usaha dari berbagai provinsi, termasuk perwakilan BUMDes dan UMKM lokal.

“Hari ini lebih dari 90 pelaku usaha, baik yang datang dari provinsi yang ada di Indonesia, perwakilan BUMDes, serta banyak menampilkan UKM-UKM lokal Boyolali dan Jawa Tengah,” ucapnya.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dalam sambutannya menegaskan pameran menjadi salah satu cara konkret mendorong ekonomi desa dengan mengangkat pelaku usaha di tingkat desa agar naik kelas.

“Dengan pameran produk unggulan desa ini, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, tapi desa menjadi pemain utama ekonomi di Indonesia,” ujarnya.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru