Industri AMDK Jateng Didorong Lebih Hijau, Ahmad Luthfi Tekankan Kelestarian Air

- Reporter

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat komitmen membangun industri yang ramah lingkungan. Bersama Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) Jawa Tengah-DIY, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendorong transformasi industri air minum dalam kemasan (AMDK) menuju industri hijau melalui penguatan konservasi sumber daya air, pengelolaan sampah plastik, dan penerapan ekonomi sirkular.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus Amdatara Jateng-DIY dengan Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026). Selain bersilaturahmi, AMDATARA juga menyampaikan rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) organisasi.

Ketua Umum DPP Amdatara, Karyanto Wibowo, mengatakan industri AMDK nasional masih menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sekitar 5,5 persen. Dari sekitar 710 perusahaan AMDK di Indonesia, sekitar 130 perusahaan beroperasi di Jawa Tengah.

“Pertumbuhannya kurang lebih sekitar 5,5 persen. Kurang lebih sama seperti pertumbuhan Jawa Tengah,” ujar Karyanto.

Menurutnya, Amdatara ingin mengambil peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sekaligus memastikan industri berkembang secara berkelanjutan. Karena itu, asosiasi menjadikan konservasi sumber daya air sebagai salah satu program utama.

Baca Juga :  Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

“Maka kami berupaya melakukan program konservasi untuk menjaga ketersediaan air,” katanya.

Karyanto menjelaskan, sejumlah perusahaan AMDK di Jawa Tengah telah menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan, di antaranya penanaman sekitar 2.000 pohon di kawasan sumber air.

Di sisi lain, Amdatara juga mengembangkan fasilitas pengolahan sampah plastik di sejumlah daerah seperti Semarang, Salatiga, dan Wonosobo. Bahkan, asosiasi membuka peluang menjadi offtaker plastik hasil daur ulang agar memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku produk baru.

“Harapannya nanti kita bisa menjadi offtaker dari plastik yang sudah didaur ulang menjadi barang baru,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang duet Wagub Taj Yasin, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan, industri AMDK memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah, namun pemanfaatan sumber daya air harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tetap berkelanjutan.

Baca Juga :  DPR RI Pastikan Stabilitas Pangan Jateng Terjaga Hadapi Lebaran

Menurut Luthfi, pembatasan penggunaan air tanah harus menjadi komitmen seluruh pelaku industri. Selain mematuhi regulasi, perusahaan juga didorong memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berorientasi pada konservasi lingkungan.

“Prinsip pembatasan air tanah harus betul-betul kita patuhi. Saya senang sekali kalau teman-teman bisa mengadakan program terkait itu,” kata Luthfi.

Ia juga mengajak industri AMDK menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan menghemat penggunaan air dan energi, menekan emisi, serta memperkuat kemitraan dengan bank sampah maupun Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Jawa Tengah saat ini menghasilkan sekitar 19.000 ton sampah setiap hari, dengan lebih dari 14 persen di antaranya merupakan sampah plastik. Melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, diharapkan pertumbuhan industri dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. (*)

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru