Dari Noken hingga Batik, Pameran UMKM MTQ Nasional Satukan Produk Nusantara

- Reporter

Senin, 14 September 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ribuan kilometer perjalanan ditempuh pelaku UMKM dari berbagai penjuru Indonesia untuk membawa kekayaan daerahnya ke Kota Semarang.

Di tengah kemeriahan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, produk Papua Tengah hingga kain tenun Lombok bertemu langsung dengan masyarakat dalam Pameran Serambi Nusantara.

Bukan sekadar memajang produk, pameran yang berlangsung 12-19 September 2026 itu menjadi ruang bagi pelaku UMKM memperkenalkan identitas, kreativitas, sekaligus potensi ekonomi daerah kepada pengunjung dari berbagai wilayah.

Salah satu peserta yang merasakan langsung geliat tersebut adalah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Beragam produk khas masyarakat Amungme dan Kamoro dibawa ke Semarang, mulai dari kopi, mahkota khas Papua, noken, ukiran, hingga aneka kerajinan anyaman.

Sekretaris I Dekranasda Mimika, Lintje Siwabessy Paiman, mengatakan, keikutsertaan dalam Pameran Serambi Nusantara menjadi kesempatan penting untuk memperluas pengenalan produk UMKM Papua Tengah kepada masyarakat di luar Papua.

“Kami sangat antusias karena mendapat kesempatan untuk mempromosikan produk-produk Kabupaten Mimika secara khusus, Provinsi Papua Tengah secara umum, serta Papua secara keseluruhan,” kata Lintje di lokasi pameran, Senin, 14 September 2026.

Keunikan produk Papua juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sejumlah noken, misalnya, dibuat dari serat pohon melinjo yang oleh masyarakat setempat disebut nemo, serta serat batang anggrek.

Baca Juga :  Ditopang Fundamental Solid, RUPST Bank Mandiri Restui Dividen, Buyback, dan Penyegaran Pengurus, Bukti Kontribusi Untuk Negeri

Tak hanya kerajinan, kekayaan pangan Papua turut dibawa ke Semarang. Mi sagu, stik mangrove, keripik tambelo, sarang semut, hingga buah merah dipamerkan sebagai bagian dari potensi ekonomi masyarakat Papua Tengah.

Antusiasme pengunjung bahkan membuat rombongan Dekranasda Mimika kewalahan melayani masyarakat yang datang ke stan mereka.

“Kami berusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan produk, menjelaskan keunikannya, dan menarik sebanyak mungkin masyarakat agar mengunjungi stan Papua Tengah,” ujarnya.

Bagi Lintje, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pameran dalam rangkaian MTQ tidak hanya menjadi tempat bertemunya peserta dari berbagai daerah, tetapi juga membuka kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.

Ia juga mengapresiasi dukungan panitia selama pelaksanaan pameran. Menurutnya, kebersihan lokasi dan kemudahan koordinasi membuat peserta dari luar daerah merasa nyaman.

“Tempat pamerannya bersih dan setiap hari ada petugas yang membersihkan. Sejak pertama tiba dan melihat stan, kami langsung dilayani oleh perwakilan dinas perdagangan dan Kementerian Agama,” katanya.

Cerita serupa datang dari pelaku UMKM asal Nusa Tenggara Barat, Wiwit. Ia membawa beragam produk tenun khas Lombok, mulai dari kain, sarung, baju hingga celana.

Produk-produk tersebut ditawarkan dengan harga sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. Menurut Wiwit, respons masyarakat Semarang cukup menggembirakan.

Baca Juga :  Prabowo Resmikan Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, Cilacap Didorong Jadi Kawasan Industri

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat di Semarang sangat tinggi. Banyak yang datang berkunjung dan berbelanja. Kami juga mendapat stan gratis serta fasilitas makan siang dan makan malam,” katanya.

Beberapa produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Tengah juga ikut tampil. Mulai makanan dan minuman khas setempat, kain batik, dan sarung.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, mengatakan, keterlibatan UMKM dari berbagai provinsi memperlihatkan bahwa MTQ memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar penyelenggaraan kompetisi keagamaan.

Menurutnya, perhelatan nasional tersebut sekaligus menjadi ruang perjumpaan budaya dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

“Melalui MTQ, UMKM dari seluruh provinsi ikut menampilkan kearifan lokal masing-masing, baik makanan, kerajinan, fesyen, maupun produk lainnya,” ujar Luthfi.

Pameran Serambi Nusantara digelar di kawasan parkir Simpang Lima atau eks E-Plaza Semarang. Sebanyak 150 stan ikut ambil bagian, terdiri atas stan provinsi, kabupaten/kota, kuliner, kementerian, mitra, serta peserta mandiri.

Dari produk Papua hingga Jawa di pameran itu memperlihatkan satu wajah Indonesia dalam satu ruang. Beragam budaya dan produk bertemu dalam satu pasar dan satu kesempatan untuk tumbuh.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru