Ahmad Luthfi Apresiasi 2.347 Pendonor Jateng, Ada yang Sudah 130 Kali Donor Darah

- Reporter

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Setetes darah yang diberikan secara sukarela menjadi bukti nyata kepedulian terhadap sesama. Sebanyak 2.347 pendonor darah sukarela di Jawa Tengah mendapat penghargaan atas konsistensi mereka membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diberikan kepada 1.742 pendonor yang telah 50 kali mendonorkan darah dan 605 pendonor yang telah mencapai 75 kali donor, dalam acara Temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa, 29 September 2026.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, donor darah bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga bentuk amal yang manfaatnya langsung dirasakan oleh orang lain, terutama pasien yang membutuhkan transfusi darah.

“Bagi siapapun yang memberikan darah kepada yang membutuhkan, ini merupakan suatu bentuk perwujudan amal, charity, yang diberikan dengan tulus,” kata Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin.

Menurutnya, konsistensi para pendonor menunjukkan kuatnya nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Darah yang mereka sumbangkan tidak hanya membantu pasien, tetapi juga memberikan harapan bagi keluarga yang tengah menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan transfusi.

Baca Juga :  Kasus Absensi Fiktif, Sekda Jateng Ancam Sanksi Berat Ribuan ASN Brebes

Luthfi berharap semangat tersebut terus tumbuh dan menular kepada masyarakat lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendonor yang telah puluhan kali secara konsisten menyumbangkan darahnya.

Ada pula kisah pendonor yang telah lebih dari empat dekade menjaga komitmen kemanusiaannya.

Luthfi menerima masukan dari seorang pendonor asal Purworejo yang mengaku telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali sejak 1980. Namun, tidak seluruh riwayat donor tersebut tercatat dalam sistem pendataan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Luthfi. Ia meminta pendataan pendonor darah sukarela diperbaiki dan diverifikasi agar rekam jejak para pendonor tidak hilang dan tidak ada yang terlewat dalam pemberian apresiasi.

“Tidak boleh sampai ada masyarakat yang melakukan donor terlewatkan datanya, meskipun itu sukarela,” tegasnya.

Bagi Luthfi, persoalan tersebut bukan sekadar urusan administrasi. Pendataan yang akurat menjadi bentuk penghormatan terhadap pengabdian para pendonor yang selama puluhan tahun membantu menyelamatkan nyawa sesama. Selain itu, sebagai penguatan pengelolaan donor darah di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Kirab Dugderan Semarakkan Ramadan di MAJT, Sekda Tekankan Kebersamaan

Ia menilai, donor darah merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan yang dilakukan tanpa memandang siapa penerimanya.

“Apa yang Anda berikan merupakan bentuk pengabdian. Bapak-Ibu melakukan itu tanpa pernah bertanya untuk siapa dan kepada siapa darah itu akan diberikan. Betul?” kata Luthfi yang sontak dijawab serempak; “betul”.

Menurutnya, darah yang disumbangkan para pendonor merupakan bentuk amal dan kepedulian sosial yang diberikan dengan tulus kepada siapa pun yang membutuhkan.

Hingga Juni 2026, produksi seluruh Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jawa Tengah mencapai sekitar 17 ribu kantong darah per bulan. Pada periode tersebut, ketersediaan darah dinyatakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Darah yang disumbangkan para pendonor kemudian dikelola melalui UDD PMI untuk memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi.

Di balik angka ribuan pendonor tersebut, ada pesan darah yang diberikan hari ini bisa menjadi kesempatan hidup bagi orang lain.***

Berita Terkait

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling
Ribuan Bendahara KDKMP di Jateng Disiapkan agar Koperasi Dikelola Profesional

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet

Berita Terbaru