Taj Yasin Tegaskan Peran Strategis Majelis Taklim dalam Dunia Pendidikan

- Reporter

Kamis, 18 Desember 2025 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Meimoen (Gus Yasin), mengatakan, keberadaan tempat pembelajaran majelis taklim menjadi estafet keberlangsungan dunia pendidikan.

“Kami atas nama pemerintah tentu sangat senang. Dengan adanya peresmian majelis taklim, artinya keberadaan (kegiatan) belajar mengajar itu ada estafetnya, keberlangsungannya, penerusnya,” katanya saat peresmian Majelis Taklim Al Munawir, dalam rangkaian kegiatan pengajian umum haul KH. Munawwir Bin. H. Abdul Djabbar ke 24,di Kota Pekalongan, Rabu malam, 17 Desember 2025.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Taj Yasin berharap, keberadaan majelis taklim sekaligus bisa mewarnai dan menghidupkan kerukunan umat dalam beragama. Termasuk kerukunan antar umat Islam sendiri.

Baca Juga :  Dihadang Mahasiswa UNS, Wagub Jateng Taj Yasin Pilih Dialog Terbuka

Dia katakan, masyarakat setempat pasti melihat dan merasakan keteladanan sosok almarhum KH. Munawwir. Nilai-nilai keteladanan yang diajarkan oleh Kiai Munawwir telah masuk di relung-relung kehidupan masyarakat sekitar.

Hal itu, kata Taj Yasin, menjadi pemantik keinginan masyarakat yang kuat untuk menggaungkan keberadaan madrasah Majelis Taklim Al Munawir. Bangunan itu bukan hanya sebagai simbol berjalannya pengabdian keilmuan.

“Akan tetapi ini (bagian) sebuah kehidupan yang dipenuhi warga sekitar,” ucap pria yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Taj Yasin mengatakan, seiring perkembangan zaman, kehadiran majelis taklim akan menjadi tempat menimba ilmu alternatif oleh masyarakat selain di masjid. Walaupun, sebetulnya masjid lebih baik digunakan untuk beribadah sekaligus menyebarkan ilmu pengetahuan.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Gandeng NTU Singapura, ASN Berpeluang Kuliah S2 dan Kursus Internasional

“Ya, sering-sering diadakan kajian-kajian. Terlebih (ngaji) bandongan ala pesantren yang ada maknanya, keterangannya, dan terjemahannya,” katanya.

Taj Yasin mencontohkan, di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak Hari Santri 2025 telah meresmikan kegiatan pendidikan keagamaan dengan ngaji bandongan. Hal ini untuk memfasilitasi kerinduan aparatur sipil negara (ASN) yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren.

“Di sini saya harap juga di majelis taklim Al-Munawar ini lebih banyak kegiatan lagi, lebih banyak pengajian,” katanya.*

Berita Terkait

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling
Ribuan Bendahara KDKMP di Jateng Disiapkan agar Koperasi Dikelola Profesional

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet

Berita Terbaru