Kunjungi Keluarga Korban di Pemalang, Taj Yasin Minta Pencegahan Perundungan Diperkuat

- Reporter

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta sekolah memperkuat komunikasi dengan orang tua untuk mencegah perundungan terhadap anak.

Evaluasi itu disampaikan usai mengunjungi keluarga Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas II SDN 1 Kebondalem, Pemalang, yang meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan di lingkungan sekolah, Selasa, 20 Oktober 2026.

Didampingi istrinya, Hj. Nawal Arafah Yasin, Taj Yasin menemui kedua orang tua Aqib, Nurwandi dan Diah Indriyanti, untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mendengarkan harapan keluarga terkait penanganan kasus tersebut.

Dalam pertemuan itu, Taj Yasin menilai komunikasi yang terbuka antara pihak sekolah dan orang tua perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, komunikasi yang terjalin dengan baik dapat membantu mendeteksi persoalan yang dialami anak lebih dini sehingga dapat segera ditangani.

“Keluarga korban itu ingin ada komunikasi, ada koordinasi, ada keterbukaan,” kata Taj Yasin.

Ia mengusulkan agar sekolah membangun saluran komunikasi yang aktif dengan orang tua murid, salah satunya melalui grup komunikasi wali kelas dan orang tua di setiap kelas. Dengan begitu, perkembangan maupun persoalan yang dialami anak di sekolah dapat diketahui bersama.

Baca Juga :  Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Tokoh yng akrab disapa Gus Yasin itu juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang yang telah kooperatif dalam penanganan kasus tersebut. Ia turut berterima kasih atas dukungan beasiswa dari DPR RI bagi kakak-kakak korban.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keluarga menginginkan proses penanganan kasus berjalan terbuka dan keadilan dapat ditegakkan. Hal itu, menurutnya, perlu menjadi perhatian semua pihak yang terlibat, termasuk sekolah dan pihak-pihak terkait dalam proses penanganan.

“Kami mengapresiasi keluarga yang begitu luar biasa. Mereka hanya ingin keadilan benar-benar terbuka, mulai dari proses autopsi, pihak sekolah, hingga pihak-pihak keluarga. Mereka ingin ada komunikasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga memberikan tali asih dan bantua modal usaha kepada keluarga korban.

*Gerakkan Kader Paralegal*

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan dukungan terhadap upaya penegakan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Nawal mengatakan, PKK Jawa Tengah akan memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui kader paralegal yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Kader tersebut diharapkan ikut mengawal penguatan sekolah ramah anak serta mendukung penanganan kasus kekerasan terhadap anak.

Baca Juga :  Kedubes Inggris dan Jateng Bahas Akselerasi Infrastruktur Penopang KEK Batang

Ia mengakui, selama ini penguatan program sekolah ramah anak dan pencegahan perundungan belum menjangkau jenjang sekolah dasar secara optimal. Karena itu, peristiwa di Pemalang menjadi bahan evaluasi untuk memperluas upaya pencegahan hingga tingkat SD.

“Dengan kejadian ini, kegiatan-kegiatan preventif untuk menguatkan sekolah ramah anak perlu diperkuat, termasuk memaksimalkan peran kader paralegal,” kata Nawal.

Selain itu, ia menilai komunikasi antara sekolah dan orang tua perlu difasilitasi melalui forum-forum yang memungkinkan kedua pihak bertukar informasi dan bersama-sama memantau perkembangan anak.

Menurutnya, upaya pencegahan juga perlu menyentuh pembentukan karakter anak, terutama untuk menumbuhkan sikap saling menghargai. Dalam hal ini, peran keluarga, sekolah, PKK, dan para kader dinilai penting agar lingkungan tumbuh kembang anak menjadi lebih aman.

Sebelumnya, Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas II SDN 1 Kebondalem, Pemalang, meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan di lingkungan sekolah.

Dalam proses hukum, dua anak berusia di bawah 12 tahun yang berhadapan dengan hukum diarahkan menjalani pembinaan selama enam bulan di LPKS Antasena, Magelang, berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Pemalang.*

Berita Terkait

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling
Ribuan Bendahara KDKMP di Jateng Disiapkan agar Koperasi Dikelola Profesional

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet

Berita Terbaru