Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi

- Reporter

Jumat, 18 September 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang, menjadi daya ungkit ekonomi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, saat membuka Borobudur Indonesia Expo 2026, Kamis, 17 September 2026.

Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, hadir membuka langsung event yang diselenggarakan selama empat hari, hingga tanggal 20 September 2026.

Menurut Sumarno, penyelenggaraan event, penting bagi Kota Magelang. Karena sektor jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif memiliki peran besar dalam menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

“Kalau kita lihat di Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi kita juga banyak ditopang dari sektor konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi, pintunya adalah pariwisata,” kata Sumarno.

Ia menambahkan, pariwisata tidak dapat dipisahkan dari pengembangan ekonomi kreatif. Melalui berbagai event, produk UMKM dan ekonomi kreatif dapat ditampilkan sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan pasar.

Sumarno menyebut, kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Magelang cukup besar. Karena itu, menurut dia, diperlukan lebih banyak kegiatan yang mampu mendatangkan masyarakat ke Kota Magelang untuk berbelanja sekaligus menikmati berbagai produk UMKM dan ekonomi kreatif.

Dia berharap berbagai event di Kota Magelang tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek. Tetapi juga membuka jejaring antarpelaku UMKM di Kota Magelang dengan daerah-daerah lain di Jawa Tengah.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan-kegiatan ini bisa mengangkat UMKM-UMKM yang ada di Kota Magelang dan bisa membangun jaringan-jaringan dengan UMKM di kabupaten yang lain,”kata Sumarno.

Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat, baik Kota Magelang maupun Jawa Tengah.

Baca Juga :  Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Berhadiah, Pemprov Siapkan Rp385,5 Juta dan Emas 22,5 Gram

Dalam sambutannya, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, penyelenggaraan event menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Magelang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ia menyebut Kota Magelang memiliki keterbatasan sumber daya alam. Karena itu, kekuatan kota diarahkan pada sumber daya manusia, inovasi, kreativitas, serta sektor jasa dan ekonomi kreatif.

“Tidak ada tambang, tidak ada hutan, tidak ada kebun, tidak ada pabrik. Adanya adalah SDM yang mempunyai kualitas tinggi, SDM yang mempunyai inovasi, kreativitas tinggi,” kata Damar.

Menurutnya, hampir setiap pekan terdapat event di Kota Magelang, baik berskala lokal, regional, nasional maupun internasional.

“Karena saya meyakini dengan event, pertumbuhan ekonomi ini akan bergerak tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Dalam Borobudur Indonesia Expo 2026, Pemkot Magelang menargetkan kehadiran 150 stan dan sekitar 40.000 pengunjung. Transaksi selama empat hari pelaksanaan juga ditargetkan mencapai sedikitnya Rp 2 miliar.

Namun, Damar menegaskan, capaian transaksi bukan satu-satunya tujuan. Ia berharap event tersebut menghasilkan kerja sama baru, membuka pasar bagi produk UMKM. Serta mempertemukan pelaku usaha dengan mitra, serta menciptakan peluang baru bagi koperasi.

“Harapan kami ada kemanfaatan ekonomi. Ada kerja sama baru yang terbentuk, ada produk yang mendapatkan pasar baru, ada UMKM yang menemukan mitra baru, ada koperasi yang menemukan peluang baru,” katanya.

Borobudur Indonesia Expo 2026 juga diarahkan menjadi ruang promosi bagi potensi ekonomi kawasan penyangga destinasi pariwisata Borobudur.

Damar mengatakan, Borobudur tidak berdiri sendiri. Di kawasan sekitarnya terdapat berbagai potensi UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, dan usaha yang berkembang dari sektor pariwisata.

Baca Juga :  Indosat Perluas Alvolusi5G ke 22 Kecamatan di Jateng-DIY, Hadirkan Internet Cepat Aman

Karena itu, Pemkot Magelang melibatkan wilayah Purwo Manggung, yang terdiri atas Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata di Kota Magelang serta Jawa Tengah untuk membentuk badan usaha koperasi.

Menurut Ferry, sebagian besar pelaku UMKM masih menjalankan usaha secara perorangan sehingga menghadapi keterbatasan dalam mengakses modal, pasar, dan teknologi.

“Kita mendorongnya untuk membentuk koperasi. Sehingga nanti proses transformasi dari usaha yang sebelumnya perorangan menjadi punya badan usaha, mereka nanti bisa lebih mudah mengakses modal, mengakses pasar, mengakses teknologi dan lain sebagainya,” kata Ferry usai acara pembukaan.

Ia mengatakan Kementerian Koperasi siap memberikan pendampingan, inkubasi hingga pembiayaan bagi badan usaha koperasi yang dibentuk para pelaku usaha.

Ferry juga menilai sektor ekonomi kreatif memiliki peluang untuk dikembangkan melalui koperasi, termasuk bagi ilustrator, konten kreator, animator, pelaku fashion, kerajinan, hingga produk wastra khas daerah.

Selain penguatan sisi produksi, Kementerian Koperasi juga mendorong produk UMKM lokal masuk ke gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Bersama dengan kehadiran KDKMP yang nanti juga akan menyerap hasil produk UMKM lokal, dari sisi produksi bisa didampingi, diinkubasi, dibiayai secara baik. Jadi ini bisa terbentuk ekosistem ekonomi usaha di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Ferry menambahkan, hasil kunjungannya ke Kota Magelang akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk dengan pemerintah kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru