Jateng Jadi Pelopor, Kurikulum Perkoperasian Segera Diterapkan di Sekolah

- Reporter

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan implementasi kurikulum perkoperasian untuk jenjang sekolah dasar hingga menengah mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2026/2027.

Langkah ini digadang menjadi upaya strategis membangun kembali semangat ekonomi kerakyatan sejak dini, sekaligus mendukung penguatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng duet Wagub Taj Yasin, mengatakan, Jawa Tengah memiliki sejarah panjang sebagai basis gerakan koperasi. Karena itu, pendidikan perkoperasian dinilai penting ditanamkan sejak bangku sekolah agar generasi muda memahami konsep gotong royong dan ekonomi berbasis kebersamaan.

“Dulu kita punya KUD, tetapi banyak yang tidak berkembang karena tidak terkoordinasi dan tidak menjadi pelajaran bagi anak-anak di sekolah. Sekarang provinsi sudah menyiapkan kurikulum dan saya ingin segera dilaksanakan mulai pendidikan dasar,” kata Ahmad Luthfi saat menerima laporan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah di kantornya, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga :  33 Prodi Spesialis Baru Diluncurkan, Jateng–DIY Percepat Atasi Krisis Dokter

Menurutnya, kebijakan tersebut selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pemahaman koperasi sejak usia sekolah diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dan mencegah kegagalan model koperasi seperti yang pernah terjadi pada Koperasi Unit Desa (KUD) di masa lalu.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramianto, menjelaskan, rancangan insersi kurikulum perkoperasian telah disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan pembahasan lanjutan bersama Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mematangkan implementasinya.

“Kami targetkan tahun ajaran baru nanti sudah bisa mulai diterapkan. Awal Juni juga direncanakan akan diluncurkan oleh Gubernur,” ujar Bramianto.

Ia menjelaskan, materi perkoperasian akan disusun secara bertahap sesuai jenjang pendidikan. Pada tingkat sekolah dasar, siswa akan dikenalkan pada konsep dasar koperasi dan semangat gotong royong.

Baca Juga :  Sekda Jateng Dorong Peduli Lingkungan Sejak Dini, Pemprov Tetapkan 52 Sekolah dan Madrasah Layak Adiwiyata

Selanjutnya di tingkat SMP, materi diperluas pada struktur organisasi koperasi beserta tugas dan fungsinya. Sementara di jenjang SMA, siswa mulai dikenalkan pada kewirausahaan berbasis koperasi.

“Tujuannya agar anak-anak memahami sistem ekonomi kerakyatan, belajar bekerja sama, bergotong royong, dan pada akhirnya menciptakan kesejahteraan bersama,” katanya.

Pemantapan kurikulum tersebut sebelumnya juga dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian yang digelar di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Kota Semarang, pada 5-7 Mei 2026.

FGD melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kanwil Kemenag Jateng, Dinas Pendidikan Jateng, Dinas Pendidikan Kota Semarang, tim ahli Dinas Koperasi dan UKM Jateng, hingga praktisi gerakan koperasi. Penyusunan rancangan kurikulum itu sendiri telah dimulai sejak Oktober 2025.

“Selama enam bulan kami menyusun materi bersama para guru dan praktisi koperasi. Responsnya sangat positif,” kata Bramianto.***

Berita Terkait

Setahun, Lebih dari 2.000 Penghafal Quran Terima Tali Asih Pemprov Jateng
Jadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Bagikan Bekal Kepemimpinan di Jakarta
Guru Madin Bisa Dapat Beasiswa S1 dan S2 dari Pemprov Jateng, Cek Syaratnya
Zharev Education Center Raih Penghargaan atas Inovasi Pembinaan Calon Abdi Negara
Buka Festival CILUKBA, Nawal Yasin Minta Bapak Perkuat Bonding dengan Anaknya
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen di Hadapan 10 Ribu Guru TK: Mendidik dengan Hati Meski Gaji Pas-pasan
Enam Program Pemprov Jateng untuk Santri, dari Bisyaroh Hafiz hingga Renovasi Pesantren
Berkat Program Santri Obah Pemprov Jateng, Para Santri Ini Rasakan Kuliah di Luar Negeri

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:36 WIB

Setahun, Lebih dari 2.000 Penghafal Quran Terima Tali Asih Pemprov Jateng

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Jadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Bagikan Bekal Kepemimpinan di Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Guru Madin Bisa Dapat Beasiswa S1 dan S2 dari Pemprov Jateng, Cek Syaratnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Zharev Education Center Raih Penghargaan atas Inovasi Pembinaan Calon Abdi Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Buka Festival CILUKBA, Nawal Yasin Minta Bapak Perkuat Bonding dengan Anaknya

Berita Terbaru